Semua mati bareng. Bukan lambat — mati. Router nggak bisa dibuka, internet hilang, dan lampu di switch berkedip serentak dengan cepat seperti kesetanan.
Kalau sebelum itu ada yang mencolok kabel, hampir pasti loop.
Kenapa akibatnya mati total, bukan sekadar lambat
Ethernet nggak punya batas umur paket. IP punya TTL — tiap kali paket lewat router, angkanya berkurang, dan kalau habis paketnya dibuang. Di layer 2 nggak ada mekanisme itu sama sekali.
Jadi begitu ada jalur yang menyambung ke dirinya sendiri, satu frame broadcast akan berputar selamanya. Dan tiap kali dia lewat switch bercabang, dia digandakan.
Dalam hitungan detik, jumlahnya membanjiri seluruh segmen. Switch dan router menghabiskan seluruh CPU-nya memproses banjir itu, sampai nggak sempat lagi melayani hal lain — termasuk melayani Anda yang mencoba masuk untuk memperbaikinya.
Itu sebabnya gejalanya mati total dan mendadak, bukan menurun pelan-pelan.
Cara menemukannya cepat
Jangan mulai dari konfigurasi. Mulai dari fisik.
- Lihat lampu. Port yang terlibat loop berkedip jauh lebih cepat dan serentak dengan port lain. Sering itu sudah cukup menunjuk lokasinya.
- Cabut kabel antar-switch satu per satu. Begitu jaringan hidup lagi, kabel terakhir yang Anda cabut ada di jalur loop-nya.
- Baru cari sebabnya — biasanya dua port switch yang sama tersambung dua kali, atau kabel dari ruangan lain yang ternyata bermuara kembali ke switch yang sama.
Kalau jaringannya besar, matikan dulu switch-switch cabang, hidupkan satu per satu.
Kenapa STP sering nggak menolong
STP dirancang persis untuk ini: dia mematikan jalur berlebih supaya nggak ada lingkaran. Tapi di lapangan dia sering nggak menyelamatkan, dan alasannya ada empat.
Switch murah nggak punya STP. Switch unmanaged lima port yang dibeli di toko sebelah nggak menjalankan STP sama sekali. Dia meneruskan apa pun ke semua port, termasuk banjir tadi.
STP butuh waktu. Versi klasiknya perlu puluhan detik untuk memutuskan jalur mana yang dimatikan. Selama itu, loop sudah berjalan.
Loop-nya sering lewat perangkat yang bukan switch. Dua port access point yang di-bridge, media converter, atau perangkat IoT yang punya dua interface — semuanya bisa menutup lingkaran tanpa pernah terlihat oleh STP.
Kedua sisi harus sepakat. RSTP jauh lebih cepat daripada STP klasik, tetapi cuma kalau perangkat di kedua ujung sama-sama menjalankannya.
Di MikroTik, bridge punya pilihan protokolnya; RSTP yang wajar dipakai. Kalau bridge itu juga memakai VLAN filtering, periksa ulang setelannya sesudah mengubah protokol — dua fitur ini saling bersinggungan dan salah satu setelan bisa membuat Anda kehilangan akses. Urutan memulihkannya ada di VLAN MikroTik bikin kehilangan akses.
Pencegahan yang benar-benar bekerja
Label semua kabel. Ini terdengar terlalu sederhana untuk masuk artikel teknis, tetapi loop hampir selalu lahir dari orang yang nggak tahu ujung sebelah kabel itu ke mana.
Nyalakan loop protection atau storm control kalau switch Anda mendukungnya. Fiturnya mematikan port yang mendadak membanjiri, tanpa menunggu STP selesai berpikir.
Jangan sisakan kabel menganggur tercolok. Kabel yang ujungnya di switch dan ujung satunya tergeletak di lantai adalah loop yang menunggu ada orang iseng mencoloknya.
Pisahkan segmen dengan VLAN. Loop di satu VLAN nggak membanjiri VLAN lain. Ini bukan pencegahan loop, tetapi pembatas kerusakannya — dan sering itu yang membedakan satu ruangan mati dengan satu kantor mati. Rencananya bisa disusun di Perencana VLAN, dan pertimbangannya di merencanakan VLAN kantor.
Sesudah jaringan hidup lagi
Ambil /export dari router dan simpan. Kalau loop-nya sempat memaksa Anda mengubah setelan bridge dalam keadaan panik, berkas itu yang memberi tahu apa saja yang berubah. Pembaca Export MikroTik merangkumnya, termasuk bagian bridge dan port-nya.