Tujuh lapis OSI dihafalkan semua orang yang pernah belajar jaringan, dan hampir nggak pernah menolong waktu jaringannya benar-benar mati.
Yang menolong hal lain: tahu persis apa yang terjadi sejak Anda menekan Enter sampai halaman muncul. Sekali paham urutannya, sebagian besar gejala jadi bisa ditebak asalnya.
Kita ikuti satu paket dari laptop di 192.168.1.5 menuju sebuah server di internet.
Langkah 1 — tujuannya tetangga atau orang jauh?
Ini keputusan pertama, dan yang paling menentukan.
Laptop membandingkan alamat tujuan dengan alamatnya sendiri, memakai netmask. Kalau hasilnya masih di jaringan yang sama, tujuannya dianggap tetangga. Kalau beda, dianggap orang jauh yang harus lewat gateway.
Netmask yang salah merusak keputusan ini, dan gejalanya membingungkan karena sebagian hal tetap jalan — komputer yang kebetulan masih terhitung se-subnet bisa diping, yang lain nggak. Kalau penomorannya perlu diperiksa ulang, Kalkulator Subnet menunjukkan batasnya, dan subnetting: kenapa /24 bukan selalu jawabannya menjelaskan cara memilihnya.
Langkah 2 — mencari MAC address lewat ARP
Alamat IP nggak cukup untuk mengirim apa pun di kabel. Yang dipakai kartu jaringan adalah MAC address.
Jadi laptop berteriak ke seluruh segmen: "siapa yang punya 192.168.1.1?" Itu ARP. Yang merasa punya menjawab dengan MAC address-nya, dan jawaban itu disimpan sebentar supaya nggak perlu bertanya tiap kali.
Perhatikan siapa yang ditanyakan:
- kalau tujuannya tetangga, yang dicari MAC tujuan;
- kalau tujuannya jauh, yang dicari MAC gateway — bukan MAC server tujuan, yang memang nggak mungkin diketahui.
Langkah 3 — yang berubah dan yang tidak
Ini bagian yang paling sering nggak dipahami, dan paling banyak menjelaskan.
Sepanjang perjalanan, alamat IP tujuan nggak pernah berubah. Yang berubah MAC address tujuan, di setiap hop.
Router menerima paket karena MAC-nya sesuai, membuka bungkusnya, melihat tujuannya bukan dirinya, mencari di routing table ke mana harus diteruskan, lalu membungkusnya lagi dengan MAC address hop berikutnya. TTL dikurangi satu — itu pengaman supaya paket nggak berputar selamanya kalau routing-nya keliru.
Kalau paket keluar ke internet, NAT juga mengganti alamat sumbernya di sini. Duduk perkaranya di cara kerja NAT.
Kalau Anda perlu menelusuri MAC yang muncul di jaringan — misalnya mencari perangkat yang bikin ulah — MAC Address Tools menunjukkan pabrikannya.
Langkah 4 — pulangnya
Balasan menempuh proses yang sama dari arah berlawanan, dan nggak wajib lewat jalur yang sama. Ini penting kalau ada dua jalur keluar: paket bisa berangkat lewat satu WAN dan balasannya diarahkan ke WAN lain, lalu dibuang karena nggak cocok dengan catatan koneksi mana pun.
Yang bikin urutan ini berguna
Sekali Anda tahu urutannya, gejala langsung menunjuk tempat:
| Gejala | Yang dicurigai lebih dulu |
|---|---|
| Nggak bisa ping siapa pun, termasuk tetangga se-subnet | fisik, VLAN, atau netmask |
| Tetangga bisa, keluar jaringan nggak bisa | gateway atau route |
| Bisa ping alamat IP, nggak bisa buka nama situs | DNS |
| Bisa ping gateway, internet tetap nggak jalan | NAT, route default, atau uplink |
| Sebagian tujuan jalan, sebagian nggak | netmask atau routing yang tumpang tindih |
Baris terakhir itu yang paling sering salah didiagnosis. Jaringan yang jalan separuh hampir selalu netmask, bukan kabel.
Kalau perangkat bahkan nggak dapat alamat sejak awal, persoalannya sebelum semua ini — lihat DHCP MikroTik: dapat IP tapi tidak ada internet.