Lompat ke konten utama

Subnetting: Kenapa /24 Bukan Selalu Jawaban yang Benar

Semua orang pakai /24 karena gampang diinget. Tapi ada tempat di mana itu bikin masalah yang baru kerasa setahun kemudian.

Hampir semua jaringan kantor pakai /24. Alasannya gampang: 254 host, oktet terakhir bebas, dan nggak perlu mikir.

Buat sebagian besar keperluan itu emang jawaban yang bener. Tapi ada tempat di mana /24 bikin masalah yang baru kerasa setahun kemudian.

Kapan /24 kebesaran

Link antar router. Cuma butuh dua alamat. Pakai /24 di situ artinya 252 alamat nganggur.

Yang bener /30 (dua alamat pakai) atau /31 (dua alamat, tanpa network dan broadcast). RouterOS dukung /31, dan itu hemat separuh.

Jaringan manajemen perangkat. Switch, AP, sama UPS di kantor biasanya nggak sampai 30 unit. /27 udah cukup.

Ini bukan soal ngirit alamat privat, alamat privat nggak langka. Ini soal domain broadcast. Makin gede subnet, makin banyak broadcast yang harus didengerin tiap perangkat. Di jaringan yang isinya banyak perangkat IoT murah, itu kerasa.

Kapan /24 kekecilan

Ini yang lebih sering jadi masalah beneran.

Wifi tamu di gedung yang rame bisa nembus 254 perangkat lebih cepat dari dugaan. Tiap orang bawa HP, laptop, sama jam tangan. Seratus orang bisa jadi 250 perangkat.

Gejalanya khas: perangkat baru nggak dapat IP, sementara yang udah nyambung baik-baik aja. Cek pakai:

/ip dhcp-server lease print count-only

Kalau angkanya mepet ke ukuran pool, ya itu penyebabnya.

Naikin ke /23 ngasih 510 alamat. Tapi mikir ulang dulu apakah semuanya emang perlu di satu segmen, atau lebih baik dipecah per lantai.

Cara mikirinnya

Jangan mulai dari "mau pakai prefiks berapa". Mulai dari berapa perangkat di segmen ini dalam tiga tahun, terus naikin satu tingkat buat jaga-jaga.

PerangkatPrefiksMuat
Sampai 6/296
Sampai 14/2814
Sampai 30/2730
Sampai 62/2662
Sampai 126/25126
Sampai 254/24254

Kalkulator Subnet IPv4 ngitungin batas, jumlah host, sama pemecahannya sekaligus.

Kalau tiap segmen ukurannya beda-beda, Kalkulator VLSM yang lebih cocok. Dia mecah satu blok jadi beberapa subnet dengan ukuran yang beda-beda tanpa ada yang tumpang tindih.

Sisain ruang antar blok

Ini yang paling sering disesali.

Kalau VLAN 10 dikasih 10.20.10.0/24 dan VLAN 20 dikasih 10.20.11.0/24, nggak ada ruang buat ngembangin VLAN 10 kalau ternyata butuh /23.

Kasih jarak. Ikutin nomor VLAN-nya kalau bisa, jadi 10.20.10.0/24 sama 10.20.20.0/24. Ada di Cara merencanakan VLAN kantor.

Jangan pakai 192.168.0.0/24 dan 192.168.1.0/24

Dua subnet itu dipakai hampir semua router rumahan sebagai default.

Akibatnya, begitu ada yang mau VPN dari rumah ke kantor, subnetnya tabrakan dan routing-nya kacau. Perangkat di rumah sama perangkat di kantor punya alamat yang sama.

Pakai yang nggak umum: 10.20.30.0/24 atau 172.16.40.0/24. Ini kelihatan sepele tapi ngirit banyak waktu belakangan.

Baca juga

Semua artikel