Orang yang biasa ngirit IPv4 selalu kaget di hal yang sama. Kenapa satu VLAN isi dua puluh komputer dikasih /64, alias 18 triliun triliun alamat?
Kedengeran boros sampai bikin nggak enak. Padahal itu bukan boros, itu syarat.
SLAAC butuh separuh belakang
IPv6 punya cara perangkat nyusun alamatnya sendiri tanpa DHCP, namanya SLAAC. Cara kerjanya, router ngumumin prefiks jaringan, terus perangkat naruh 64 bit identitasnya sendiri di separuh belakang.
Enam puluh empat bit itu bukan pilihan. Udah ketulis di rancangannya.
Prefiks yang lebih kecil dari /64 bikin SLAAC mati. Perangkat nggak bisa nyusun alamatnya sendiri, dan seluruh jaringan itu harus dipaksa pakai DHCPv6, yang dukungannya nggak merata, apalagi di Android.
Jadi /64 itu bukan keputusan yang perlu Anda ambil. Udah diambilin.
Yang langka bukan alamatnya
Di sini sudut pandangnya geser. Yang langka di IPv6 itu jumlah jaringan, bukan jumlah alamat.
Pelanggan rumahan biasanya dapat /56 dari ISP. Itu artinya 256 buah /64, alias 256 jaringan. Pelanggan bisnis biasanya /48, alias 65.536 jaringan.
Dari situ dipecah, satu /64 per VLAN:
| VLAN | Prefiks |
|---|---|
| 10, kantor | 2001:db8:acad:10::/64 |
| 20, tamu | 2001:db8:acad:20::/64 |
| 30, CCTV | 2001:db8:acad:30::/64 |
Nomor VLAN-nya muncul lagi di blok keempat. Kebiasaan yang sama nolongnya kayak di IPv4, ada di Merencanakan VLAN kantor.
Kalkulator Subnet IPv6 mecah prefiks yang Anda dapat jadi daftar /64 yang siap pakai.
Kecuali buat link antar router
Satu-satunya tempat prefiks kecil dianjurin itu link point-to-point antar router, pakai /127. Padanannya /31 di IPv4. Di situ nggak ada perangkat pengguna, jadi SLAAC emang nggak perlu.
Tiga salah paham yang kebawa dari IPv4
"IPv6 tetap butuh NAT." Nggak, dan itu justru intinya. Tiap perangkat dapat alamat yang bisa dirute.
Tapi ada konsekuensinya yang harus dipahami. Di IPv4 belakang NAT, perangkat di dalam nggak bisa dihubungi dari luar secara nggak sengaja. Di IPv6, bisa, kecuali firewall Anda ngelarang. Aturan firewall yang tadinya opsional jadi wajib.
"Kalau pakai IPv6, IPv4 dimatiin." Nggak. Hampir semua jaringan jalan berdampingan lama banget.
"2001:db8 itu alamat beneran." Bukan. Blok itu dicadangin khusus buat dokumentasi dan nggak dirute di internet. Aman dipakai di tulisan, jangan dipakai di perangkat.
Kenapa ini mulai mendesak
Gara-gara CGNAT. ISP yang kehabisan IPv4 naruh banyak pelanggan di belakang satu alamat publik, dan begitu itu kejadian, port forward berhenti jalan selamanya.
IPv6 balikin alamat yang bisa dihubungi. Buat yang perlu jangkau perangkat pelanggan sementara IPv6-nya belum ada, CoreNet Remote Platform ngambil jalan lain: routernya yang nyamperin pusat.