Upgrade RouterOS itu sebenarnya nggak menakutkan. Yang menakutkan cerita orang yang routernya nggak nyala lagi sesudahnya.
Kalau ditelusuri, cerita-cerita itu jarang berasal dari paket yang rusak. Hampir selalu dari urutan yang dilompati.
Dua hal yang berbeda dan sering dikira satu
RouterOS adalah sistemnya. RouterBOOT adalah firmware yang menyalakan perangkatnya — semacam BIOS.
Upgrade RouterOS nggak ikut memperbarui RouterBOOT. Dia perkara terpisah, dikerjakan setelahnya:
/system routerboard print
/system routerboard upgradelalu reboot lagi.
Meninggalkan RouterBOOT versi lama biasanya nggak langsung bikin rusak, tapi dia sumber gangguan yang aneh-aneh dan sulit dilacak — terutama sesudah lompatan versi yang jauh. Periksa baris current-firmware dan upgrade-firmware; kalau berbeda, pekerjaannya belum selesai.
Urutan yang aman
1. Ambil export dan backup, simpan di luar router. Ini bukan formalitas. Kalau upgrade gagal dan Anda harus Netinstall, satu-satunya jalan pulang adalah berkas itu. Bedanya .backup dan .rsc, dan mana yang menyelamatkan Anda saat routernya harus dipasang ulang, ada di Backup MikroTik.
2. Pastikan arsitekturnya cocok. RouterOS dibagi per arsitektur — arm, arm64, mipsbe, tile, dan lainnya. Lihat /system resource print di baris architecture-name. Paket yang salah arsitektur akan ditolak; itu nggak merusak, cuma buang waktu.
3. Jangan lompat terlalu jauh sekaligus. Dari v6 lama langsung ke v7 terbaru itu lompatan besar. Naik dulu ke v6 terakhir, pastikan sehat, baru ke v7.
4. Kerjakan saat routernya bisa Anda sentuh. Upgrade dari luar kota, lewat jalur yang justru disediakan router itu sendiri, adalah taruhan. Kalau dia nggak naik lagi, nggak ada yang bisa Anda lakukan dari jauh. Kalau terpaksa jarak jauh, pastikan ada orang di lokasi yang bisa mencabut dan mencolok daya.
5. Sesudah reboot pertama, periksa dulu, baru RouterBOOT. Lihat interface naik semua, pelanggan tersambung, dan aturan firewall masih ada. Baru kerjakan langkah RouterBOOT tadi dan reboot sekali lagi.
6. Sisakan waktu. Jangan upgrade jam tujuh malam saat trafik puncak. Jam dua pagi ada alasannya.
Yang berubah di v7 dan bikin kaget
Kalau lompatannya dari v6, siapkan diri untuk tiga hal:
| Bagian | Yang berubah |
|---|---|
| Routing | struktur routing table dan route rule disusun ulang |
| Wireless | paket wireless lama berdampingan dengan wifiwave2, dan sebagian perangkat cuma didukung salah satunya |
| Bridge dan VLAN | penanganan VLAN pada bridge lebih ketat |
Konfigurasi Anda memang dibawa naik, tetapi sebagian akan pindah tempat dan sebagian kecil nggak terbaca. Karena itu langkah nomor 5 tadi bukan basa-basi.
Apakah upgrade-nya memang perlu — dan kapan justru lebih baik tetap di v6 — dibahas terpisah di RouterOS v6 atau v7, perlu upgrade?. Baca itu dulu kalau routernya sedang melayani pelanggan dan nggak ada keluhan.
Soal turun versi
Downgrade bisa dilakukan lewat /system package downgrade. Yang nggak bisa: konfigurasi yang sudah tersimpan dalam bentuk v7 nggak akan dibaca v6.
Artinya jalan pulang Anda bukan tombol downgrade, melainkan berkas export yang diambil sebelum upgrade. Sekali lagi berkas itu.
Sesudah semuanya beres
Ambil export baru dan simpan sebagai patokan versi terbaru. Kalau Anda memegang banyak router, Pembaca Export MikroTik membantu membandingkan mana yang sudah disamakan dan mana yang belum, tanpa membuka satu per satu.
Dan kalau backup rutinnya belum berjalan otomatis, pasang sekarang selagi ingat — caranya di backup konfigurasi MikroTik otomatis.