Lompat ke konten utama

Backup MikroTik: Beda .backup dan .rsc, dan Mana yang Menyelamatkan Anda

Router rusak, beli baru, backup di-restore — dan gagal. Bukan backup-nya yang korup. Dua berkas ini memang bukan untuk keperluan yang sama.

Router mati, beli pengganti, lalu backup yang rajin disimpan itu di-restore. Hasilnya: ditolak, atau masuk tapi jaringannya kacau.

Backup-nya nggak korup. Yang terjadi, MikroTik punya dua jenis berkas cadangan yang sering dikira sama, padahal dipakai untuk keadaan yang berbeda.

Dua berkas, dua keperluan

Berkas .backup dibuat lewat System > Backup. Isinya salinan utuh dalam bentuk biner: seluruh konfigurasi, termasuk password user dan nama interface apa adanya. Nggak bisa dibaca, nggak bisa disunting.

Berkas .rsc dibuat lewat /export. Isinya teks biasa — daftar perintah yang kalau dijalankan ulang akan menyusun kembali konfigurasi Anda. Bisa dibuka di editor mana pun.

.backup.rsc (export)
Bentuknyabinerteks
Bisa disuntingtidakya
Pindah ke versi RouterOS lainsering gagaljalan
Pindah ke tipe router lainhampir pasti gagaljalan, dengan penyesuaian
Password user ikutyatidak
Sertifikat ikutyatidak

Kenapa .backup gagal di router baru

Dua sebab, dan dua-duanya wajar.

Versi RouterOS berbeda. Berkas .backup terikat pada versi yang membuatnya. Router lama Anda mungkin masih v6, router baru keluar pabrik sudah v7 — dan v7 nggak membaca cadangan v6.

Tipe router berbeda. Konfigurasi menyebut nama interface apa adanya. Kalau yang lama punya ether1 sampai ether5 plus wlan1, sementara yang baru punya ether1 sampai ether10 tanpa wireless, maka separuh aturan Anda menunjuk ke sesuatu yang nggak ada.

Kesimpulan yang perlu diingat: .backup itu untuk mengembalikan router yang sama ke keadaan semula. Bukan untuk pindah perangkat.

Untuk pindah perangkat, yang menyelamatkan .rsc

Karena isinya teks, Anda bisa membukanya, mengganti nama interface, membuang bagian yang nggak berlaku, lalu menjalankannya di router baru:

/import file=konfigurasi.rsc

Satu hal yang sering dilewat: reset dulu router barunya dengan no-defaults, supaya konfigurasi bawaan pabrik nggak bertumpuk dengan yang Anda import. Kalau nggak, Anda akan dapat dua DHCP server, dua bridge, dan aturan NAT yang saling menimpa.

Yang nggak ikut di .rsc: password user, dan sertifikat. Jadi setelah import, user-nya ada tetapi passwordnya harus diisi ulang. Ini bukan cacat — ini sengaja, supaya berkas export aman disimpan dan dikirim.

Pembaca Export MikroTik dan Penyamar Rahasia membaca berkas .rsc Anda langsung di browser, merangkumnya, sekaligus menyamarkan bagian rahasianya kalau berkas itu mau dikirim ke orang lain untuk dimintai tolong.

Yang nggak ikut di dua-duanya

Ini yang paling sering bikin kaget saat pemulihan:

  • Isi folder Files — halaman login hotspot, logo, dan berkas apa pun yang Anda upload sendiri. Harus disalin terpisah.
  • Database User Manager, kalau dipakai.
  • Lisensi, yang menempel pada perangkat, bukan pada konfigurasi.

Jadi kalau hotspot Anda memakai halaman login yang dibuat sendiri, backup saja nggak cukup — halaman itu perlu disalin sendiri.

Backup yang cuma ada di router bukan backup

Ini terdengar sepele sampai kejadian. Berkas cadangan yang tersimpan rapi di dalam router akan ikut hilang bersama routernya. Petir, banjir, atau storage yang aus nggak peduli seberapa rajin Anda menekan tombol Backup.

Yang benar: berkas itu keluar dari router, otomatis, tanpa Anda ingat-ingat. Generator Backup Terjadwal MikroTik nyusun script dan scheduler-nya sekaligus, dengan kiriman ke FTP atau email.

Yang paling aman disimpan rutin justru .rsc, bukan .backup — karena dia yang masih berguna saat routernya sendiri sudah nggak ada.

Berapa sering, dan berapa lama disimpan

Untuk jaringan yang jarang berubah, seminggu sekali cukup. Untuk RT/RW Net yang tiap hari ada pelanggan baru masuk ke queue atau PPP Secret, harian.

Simpan beberapa generasi, jangan cuma yang terakhir. Konfigurasi yang rusak sering baru ketahuan beberapa hari kemudian, dan pada titik itu backup terakhir Anda sudah berisi kerusakan yang sama.

Cara menjadwalkannya, beserta jebakan pada scheduler MikroTik, dibahas di backup konfigurasi MikroTik otomatis. Dan kalau backup ini disiapkan karena mau naik versi, baca dulu RouterOS v6 atau v7, perlu upgrade?.

Semua artikel