Lompat ke konten utama

Backup Konfigurasi MikroTik Otomatis, dan Kenapa Itu Belum Cukup

Backup yang nggak pernah dites restore-nya itu bukan backup, cuma harapan. Dan banyak yang cuma nyimpen satu dari dua bentuk yang perlu.

Backup MikroTik itu gampang. Yang sering salah bukan cara bikinnya, tapi bentuk mana yang disimpen dan apakah pernah dites.

Dua bentuk, dan dua-duanya perlu

File .backup balikin router persis kayak semula, termasuk sertifikat sama lisensi. Tapi cuma bisa ke perangkat dengan arsitektur yang sama, dan isinya nggak bisa dibaca manusia. Anda nggak bisa ngintip isinya sebelum restore.

File .rsc hasil export bisa dibaca, dibandingin antar tanggal, dan ditempel sebagian ke perangkat lain. Tapi nggak bawa sertifikat dan nggak mulihin semuanya.

Yang nyesel biasanya yang cuma nyimpen salah satu.

Beda RouterOS 6 dan 7 yang bikin backup keliatan berhasil padahal gagal

Ini bukan beda sintaks yang ngasilin error. Ini beda perilaku default, dan kebalikan:

  • RouterOS 6: /export nyertain password, kecuali dikasih hide-sensitive
  • RouterOS 7: /export nyembunyiin password, kecuali dikasih show-sensitive

Script backup lama yang dipindah apa adanya ke RouterOS 7 tetap jalan mulus dan tetap ngasilin file dengan ukuran wajar. Cuma file itu nggak bisa mulihin secret PPPoE, user hotspot, atau kunci wireless.

Ketahuannya pas mau restore. Yaitu saat paling nggak enak buat tahu.

Jangan lupa dont-encrypt

Kalau backup dibikin tanpa password dan tanpa dont-encrypt=yes, RouterOS pakai password user yang lagi login sebagai kuncinya.

Artinya file itu nggak bisa dibuka lagi kalau password user-nya berubah. Dan password biasanya berubah justru setelah kejadian yang bikin backup-nya dibutuhin.

/system backup save name=backup-harian dont-encrypt=yes

Backup yang cuma ada di router itu bukan backup

Router yang kesamber petir bawa serta semua salinan backup di dalamnya. Begitu juga router yang dicuri, dan router yang storage-nya rusak.

Kirim keluar. Bisa ke FTP, bisa lewat email:

/tool fetch address=backup.contoh.web.id user=backup password=xxx \
    mode=ftp upload=yes src-path=backup.backup dst-path=backup.backup

Perhatiin: mode=ftp ngirim password tanpa enkripsi. Pakai cuma di jaringan yang Anda kendaliin sendiri, atau ganti ke mode=sftp kalau servernya dukung.

Penjadwalannya

Bungkus jadi satu script bernama, jangan langsung ditulis di scheduler. Alasannya biar bisa dites manual:

/system script run corenet-backup

Kalau langsung ditulis di scheduler, satu-satunya cara ngetes itu nunggu jadwalnya.

Generator Backup Terjadwal MikroTik nyusun script, scheduler, pengiriman, sama pembersihan file lama sekaligus, dengan perintah export yang bener buat versi yang Anda pilih.

Yang paling penting dan paling sering dilewatin

Backup yang nggak pernah dites restore-nya itu bukan backup, cuma harapan.

Sesekali muat file-nya ke router backup atau ke CHR di komputer, terus pastiin hasilnya emang kayak yang diharapin. Setengah jam sekali setahun jauh lebih murah daripada tahu kebenarannya pas lagi darurat.

Kalau routernya banyak

Tiga puluh router dengan tiga puluh script backup yang dipelihara sendiri-sendiri itu kerjaan yang tumbuhnya lebih cepat dari manfaatnya. Dan yang gagal diam-diam nggak bakal ketahuan sampai dibutuhin.

CoreNet Remote Platform narik dan nyimpen konfigurasi dari semua perangkat terpusat.

Baca juga

Semua artikel