Jam 2 pagi router mati. Pelanggan baru telepon jam 8, udah marah karena internetnya mati dari semalam.
Yang bikin repot sebenarnya bukan matinya. Mati mah cepat atau lambat pasti kejadian. Yang repot itu kita baru tahu setelah orang lain yang ngasih tahu.
Padahal MikroTik bisa disuruh lapor sendiri. Nggak susah, sekali setting udah jalan terus.
Kirim kabar ke Telegram
Log memang ada. Tapi siapa yang buka log jam 2 pagi?
Telegram dipakai karena gratis, notifikasinya masuk ke HP, dan MikroTik bisa manggil API-nya langsung pakai /tool fetch.
Bikin botnya dulu:
- Buka @BotFather di Telegram, kirim
/newbot, ikutin aja pertanyaannya. Nanti dikasih token, bentuknya kayak123456789:AAxxxxxxx. - Kirim satu pesan apa aja ke bot yang baru dibikin. Ini penting. Kalau botnya belum pernah dikirimi pesan, dia nggak bisa mulai duluan.
- Buka
https://api.telegram.org/bot<TOKEN>/getUpdatesdi browser, cari angka di bagian"chat":{"id": ...}. Itu chat ID-nya. Kalau grup, angkanya ada minus di depan.
Dua hal itu yang dipakai di scriptnya. Generator Otomasi & Notifikasi udah nyusun semuanya, tinggal isi token sama chat ID.
Kalau pakai RouterOS 6, siap-siap gagal dulu
Ini yang sering bikin orang buang waktu seharian.
Di RouterOS 7, /tool fetch ke api.telegram.org langsung jalan. Di RouterOS 6 seringnya gagal, dan pesan errornya nggak ngasih petunjuk apa-apa. Yang salah bukan tokennya. Sertifikat Telegram nggak bisa diverifikasi sama TLS default v6.
Jalan pintasnya tambahin check-certificate=no:
/tool fetch url=$alamat check-certificate=no keep-result=noIsinya tetap terenkripsi, cuma routernya nggak mastiin lawan bicaranya beneran Telegram. Buat notifikasi operasional masih wajar. Jangan dipakai buat ngirim yang rahasia.
Kalau mau bener, import dulu sertifikat akarnya lewat /certificate import, baru check-certificate=no-nya dihapus.
Kabar yang paling berguna: "router nyala"
Bukan "router mati". Router yang mati nggak bisa ngirim apa-apa.
Yang dikirim itu pas router selesai booting. Kelihatan sepele, tapi ini yang ngasih tahu kalau routernya barusan reboot sendiri.
Router yang reboot sendiri tengah malam berkali-kali itu gejala, biasanya listrik kedip, adaptor mulai soak, atau perangkatnya kepanasan. Tanpa notifikasi kayak gini nggak bakal ketahuan, soalnya paginya semua kelihatan normal.
Satu hal yang sering kelewat: kasih jeda sekitar 40 detik.
/system scheduler
add name=kabar-nyala start-time=startup \
on-event=":delay 40s; :global corenetPesan (\"Router nyala, uptime \" . [/system resource get uptime]); /system script run corenet-kabar" \
policy=read,test,writePas router baru nyala, jalur ke internet biasanya belum siap. Tanpa jeda, pesannya gagal kirim persis di kejadian yang paling pengen kita tahu.
Pantau perangkat lain juga
Netwatch bisa mantau alamat apa aja, terus jalanin script pas statusnya berubah. Yang biasanya perlu dipantau: server absensi, NVR CCTV, AP di lantai jauh, mesin kasir.
Kasih keterangan di tiap perangkat biar pesannya langsung kebaca. "10.0.0.5 down" nggak nolong kalau lagi ngantuk. "NVR CCTV nggak jawab" baru jelas.
Tapi ada batasnya, dan ini perlu diinget: server yang layanannya mati tapi sistemnya masih hidup itu tetap balas ping.
RouterOS 7 bisa ngecek sampai lapisan aplikasi:
/tool netwatch add host=10.0.0.5 type=http-get http-codes=200RouterOS 6 cuma bisa ping. Jadi di v6, status hijau belum tentu berarti layanannya jalan.
Backup-nya sekalian dikasih kabar
Backup terjadwal yang gagal diam-diam sama aja nggak punya backup. Gabungin aja, script backup manggil script kabar kalau ada yang gagal.
Generator Backup Terjadwal udah nyusun ini. Ada satu beda v6 sama v7 yang perlu diperhatiin: di RouterOS 7, /export nyembunyiin password kecuali dikasih show-sensitive. Script lama yang dipindah apa adanya tetap ngasilin file dengan ukuran wajar, cuma isinya nggak bisa mulihin secret PPPoE atau kunci wireless. Ketahuannya nanti pas mau restore.
Reboot terjadwal? Pikir dulu
Banyak yang masang ini karena routernya "makin lama makin lemot". Reboot berkala emang ngilangin gejalanya. Cuma penyebabnya jadi ketutupan, dan nanti muncul lagi di waktu yang lebih nggak enak.
Cek dulu:
/system resource print
/ip firewall connection print count-only
/system resource monitorYang biasanya ketemu: connection tracking penuh, memori habis gara-gara kebanyakan rule queue, atau perangkatnya emang nggak kuat nanggung bebannya.
Kalau setelah dicek ternyata emang perlu, ya pasang aja. Pilih jam paling sepi, dan pastiin routernya bisa nyala sendiri tanpa dipegang. Ada perangkat yang butuh beberapa menit buat dapat kredensial PPPoE dari ISP.
Kalau routernya banyak
Satu router pakai notifikasi Telegram gampang diurus. Tiga puluh router pelanggan dengan tiga puluh script yang dipelihara sendiri-sendiri itu kerjaan yang tumbuhnya lebih cepat dari manfaatnya. Belum lagi tokennya kesebar di tiga puluh konfigurasi. Bocor satu, ganti tiga puluh.
CoreNet Remote Platform mantau semuanya dari satu tempat, dan nggak perlu buka port apa pun di sisi pelanggan.