Lompat ke konten utama

Generator Otomasi & Notifikasi MikroTik

Router yang mengabari Anda sebelum pelanggan menelepon

Susun notifikasi Telegram, monitoring perangkat penting, update DDNS, dan reboot terjadwal dalam satu script. Token dan chat ID tidak pernah meninggalkan browser Anda.

Versi RouterOS
Script menyesuaikan sendiri. Bila sebuah bagian sama di kedua versi, hasilnya akan mengatakannya.

Tidak yakin versi Anda? Jalankan /system resource print di terminal, lihat baris version.

Bagian yang ingin dibuat

Pesan masuk ke ponsel saat router menyala atau ada gangguan.
Server, CCTV, atau access point yang harus selalu hidup.
Nama tetap untuk IP publik yang berganti-ganti.
Hanya bila memang dibutuhkan — lihat catatan di hasil.

Ikut dikirim di dalam pesan, agar jelas router mana.
Didapat dari @BotFather.
Kirim pesan ke bot, lalu buka /getUpdates.
Satu per baris, alamat=keterangan.

Hanya dipakai bila cara di sebelah kiri "panggil URL".
detik

Tempelkan ke New Terminal pada Winbox, atau upload filenya lalu jalankan /import file-name=nama.rsc.

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Alasan memasangnya

Selisih antara "router mati jam 2 pagi" dan "pelanggan menelepon jam 8 pagi" adalah enam jam yang tidak perlu. Notifikasi menutup selisih itu.

Tool ini menyusun empat hal yang paling sering dibutuhkan bersamaan: kabar lewat Telegram, monitoring perangkat penting, update alamat dinamis, dan penjadwalan reboot.

Perbedaan v6 dan v7 yang menghabiskan waktu orang

/tool fetch ke alamat HTTPS. RouterOS 7 membawa library TLS yang lebih baru, sehingga panggilan ke api.telegram.org berjalan apa adanya. RouterOS 6 — terutama rilis lama — kerap gagal dengan pesan yang tidak menjelaskan apa pun. Penyebabnya bukan token yang salah, melainkan sertifikat yang tidak dapat diperiksa.

Script v6 di sini menyertakan check-certificate=no beserta alasannya, bukan diam-diam. Artinya isi pesan tetap terenkripsi, tetapi router tidak membuktikan bahwa lawan bicaranya benar-benar Telegram. Untuk pemberitahuan operasional itu masih wajar; jangan pakai pola yang sama untuk mengirim data rahasia. Cara yang lebih benar disebutkan di dalam script.

Jenis pemeriksaan Netwatch. RouterOS 7 mengenal type=http-get dan type=tcp-conn selain ping. Perbedaannya nyata: server yang layanannya mati tetapi sistemnya hidup tetap menjawab ping. Untuk server aplikasi, http-get memberi jawaban yang jauh lebih berguna. RouterOS 6 hanya bisa ping, dan scriptnya menyebutkan batas itu terus terang.

Jeda 40 detik yang sering dilupakan

Notifikasi "router menyala" dipasang dengan jeda 40 detik setelah startup. Bukan kehati-hatian berlebihan: saat startup, jalur ke internet biasanya belum siap. Tanpa jeda, pesannya gagal terkirim justru pada peristiwa yang paling ingin diketahui — router yang diam-diam reboot sendiri karena listrik berkedip.

Soal DDNS dan CGNAT

IP Cloud default MikroTik gratis dan tidak perlu pendaftaran. Tetapi yang didaftarkan adalah alamat yang terlihat oleh server MikroTik. Bila jalur internet Anda berada di belakang CGNAT, nama itu mengarah ke alamat yang dipakai bersama banyak pelanggan lain, dan port forward tidak akan pernah sampai.

Periksa dengan membandingkan /ip address print pada interface WAN dengan alamat di /ip cloud print. Bila berbeda, Anda berada di belakang NAT milik ISP — dan yang diperlukan adalah IP publik, bukan perbaikan konfigurasi.

Reboot terjadwal: pertimbangkan sekali lagi

RouterOS tidak dirancang untuk perlu direboot berkala. Router yang menjadi lambat setelah beberapa hari sedang menunjukkan gejala lain: tabel connection tracking penuh, memori habis karena terlalu banyak aturan queue, atau perangkat kecil yang memang tidak sanggup memikul bebannya.

Reboot berkala menyembunyikan gejala itu, dan penyebabnya muncul lagi pada saat yang lebih buruk. Periksa dulu:

/system resource print
/ip firewall connection print count-only
/system resource monitor

Bila setelah itu reboot berkala tetap diperlukan, tool ini menyusunnya — lengkap dengan kabar sebelum reboot dimulai.

Cara memakai

  1. Centang bagian yang diperlukan.
  2. Untuk Telegram: buat bot lewat @BotFather, kirim satu pesan ke bot itu, lalu buka https://api.telegram.org/bot<TOKEN>/getUpdates untuk melihat chat ID. Untuk grup, angkanya diawali tanda minus.
  3. Daftarkan perangkat yang dipantau dengan keterangannya, agar pesan yang masuk langsung dapat dipahami.

Token dan chat ID hanya masuk ke script yang Anda salin sendiri. Tidak ada yang dikirim ke server kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Notifikasi tidak terkirim, apa yang diperiksa? Berurutan: /system script run corenet-kabar secara manual, lalu /log print untuk melihat pesan fetch. Pada v6, kegagalan sertifikat adalah tersangka pertama.

Apakah token bot berbahaya bila bocor? Ya — siapa pun yang memilikinya dapat mengirim pesan atas nama bot itu. Token tersimpan apa adanya di konfigurasi router dan ikut terbaca oleh siapa pun yang dapat mengexport konfigurasinya. Pakai bot khusus untuk router, bukan bot yang juga dipakai untuk hal lain.

Bisakah notifikasi dikirim ke WhatsApp? Tidak langsung dari RouterOS. WhatsApp menuntut API resmi berbayar. Yang lazim: router mengirim ke server sendiri, lalu server itu yang meneruskan.

Lanjut ke