Lompat ke konten utama

Generator Simple Queue MikroTik

Batas kecepatan per pelanggan, satu atau seratus sekaligus

Susun Simple Queue untuk satu pelanggan atau sederet alamat IP berurutan, lengkap dengan burst dan prioritas. Mode massal menghasilkan ratusan queue tanpa salah ketik alamat.

Versi RouterOS
Script menyesuaikan sendiri. Bila sebuah bagian sama di kedua versi, hasilnya akan mengatakannya.

Tidak yakin versi Anda? Jalankan /system resource print di terminal, lihat baris version.

Alamat IP, atau alamat awal deret pada mode massal.
Dipakai pada nama, misalnya pelanggan-001.

Mbps
Mbps
1 tertinggi, 8 terendah.
Isi none bila tanpa induk.

Burst 2× selama 8 detik, ambang 75% dari batas. Membuat pembukaan halaman terasa cepat tanpa menaikkan pemakaian rata-rata.

Tempelkan ke New Terminal pada Winbox, atau upload filenya lalu jalankan /import file-name=nama.rsc.

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Apa yang dihasilkan

Perintah /queue simple siap tempel — untuk satu pelanggan, atau untuk sederet alamat IP berurutan sekaligus.

Mengapa mode massal ada

Membuat seratus queue lewat Winbox berarti seratus kali mengetik alamat IP. Satu digit yang tertukar menghasilkan queue yang tidak pernah cocok dengan siapa pun, dan mencarinya kemudian jauh lebih lama daripada membuatnya. Mode massal menyusun deretnya sendiri dari satu alamat awal.

Urutan angka yang sering tertukar

max-limit ditulis upload/download, bukan sebaliknya. Tertukarnya kedua angka adalah kesalahan paling sering pada queue yang dibuat manual, dan gejalanya menyesatkan: pelanggan mengeluh downloadnya lambat, padahal yang terpasang di posisi itu justru batas uploadnya.

Burst, dan mengapa ambangnya 75%

Burst membuat pembukaan halaman terasa cepat tanpa menaikkan pemakaian rata-rata: pelanggan boleh melampaui batasnya selama beberapa detik, lalu turun kembali.

Yang menentukan bukan besarnya burst, melainkan ambangnya. Bila ambang disamakan dengan max-limit, burst praktis tidak pernah berhenti dan batas kecepatan kehilangan arti. Tool ini memasang ambang di 75% dari batas, sehingga burst benar-benar berakhir ketika pemakaian menetap tinggi.

Urutan queue menentukan hasilnya

Simple Queue diperiksa berurutan dari atas ke bawah. Yang berlaku adalah yang lebih dahulu, bukan yang lebih spesifik — berbeda dari cara kerja tabel routing yang mungkin sudah Anda kenal.

Akibat praktisnya: queue untuk seluruh subnet harus diletakkan di bawah queue per pelanggan. Diletakkan di atas, ia akan menelan semuanya dan queue per pelanggan tidak pernah terpakai.

Kapan sebaiknya berpindah ke Queue Tree

Simple Queue nyaman sampai beberapa ratus baris. Di atas itu, pemeriksaan berurutan mulai membebani CPU, dan pembagian sisa kapasitas antar pelanggan tidak dapat diatur. Bila Anda mulai membutuhkan pembagian bertingkat — misalnya total kapasitas per RT, lalu dibagi lagi per rumah — itu tandanya beralih ke Queue Tree dengan PCQ.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah target boleh berupa subnet? Boleh pada mode satu pelanggan; isi 192.168.1.0/24. Perlu diingat batasnya berlaku untuk seluruh subnet secara bersama, bukan per perangkat.

Mengapa queue saya tidak berpengaruh? Tiga sebab yang paling sering: ada queue lain di atasnya yang sudah menangkap alamat itu, targetnya alamat yang tidak dipakai perangkat mana pun, atau traffic-nya tidak melewati router ini sama sekali.

Prioritas 1 sampai 8 berlaku kapan? Hanya ketika ada perebutan kapasitas pada induk yang sama. Tanpa parent, angka prioritas praktis tidak berpengaruh.