Lompat ke konten utama

Generator PPPoE Server MikroTik

Server, pool, dan profil PPPoE dengan MTU yang benar sejak awal

Susun PPPoE server beserta pool alamat dan profil berbatas kecepatan. Termasuk penyesuaian MSS yang mencegah gejala klasik "sebagian situs tidak terbuka".

Versi RouterOS
Script menyesuaikan sendiri. Bila sebuah bagian sama di kedua versi, hasilnya akan mengatakannya.

Tidak yakin versi Anda? Jalankan /system resource print di terminal, lihat baris version.

Muncul sebagai service-name pada perangkat pelanggan.

M
M

Mencegah gejala klasik PPPoE: sebagian situs terbuka, sebagian menggantung.
Berisi password GANTI-SAYA — memang harus diganti sebelum dipakai.

Tempelkan ke New Terminal pada Winbox, atau upload filenya lalu jalankan /import file-name=nama.rsc.

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Apa yang dihasilkan

Pool alamat pelanggan, profil PPP berbatas kecepatan, server PPPoE pada interface yang dipilih, penyesuaian MSS, dan NAT keluar.

Angka MTU bukan sembarang angka

PPPoE menambahkan 8 byte header di atas Ethernet yang muatannya 1500, sehingga yang tersisa adalah 1492. Nilai default 1480 pada tool ini menyisakan sedikit ruang lagi untuk enkapsulasi di jalur uplink — VLAN, tunnel, atau apa pun yang mungkin ada di antaranya.

Gejala yang paling membingungkan di PPPoE

Pelanggan bisa ping ke mana saja, situs kecil terbuka normal, tetapi situs besar menggantung setengah jalan. Yang terjadi: paket berukuran penuh tersangkut di jalur yang MTU-nya lebih kecil, dan pemberitahuan "paket terlalu besar" tidak sampai kembali ke pengirim.

Obatnya adalah menyesuaikan MSS — memberi tahu kedua ujung sejak awal berapa besar payload yang aman:

/ip firewall mangle
add chain=forward action=change-mss new-mss=clamp-to-pmtu \
    protocol=tcp tcp-flags=syn out-interface=all-ppp

Aturan ini ikut dihasilkan bila pilihannya dicentang. Biarkan tercentang kecuali Anda benar-benar tahu sedang menanganinya dengan cara lain.

Satu session per pelanggan

only-one=yes pada profil dan one-session-per-host=yes pada server mencegah satu akun dipakai di dua tempat sekaligus. Untuk layanan rumahan ini hampir selalu yang diinginkan — sekaligus cara paling sederhana mengetahui bahwa sebuah akun bocor.

Untuk pelanggan yang memang butuh beberapa sambungan, naikkan angkanya dan kedua pilihan itu ikut berubah.

Secret tidak dibuat di halaman ini

Alasannya sama dengan voucher hotspot: password yang dibangkitkan di browser tersimpan di riwayatnya. Buat langsung di perangkat:

/ppp secret add name=pelanggan01 password=rahasia service=pppoe profile=paket-10mbps

Contoh secret yang tersedia lewat centang di formulir sengaja berisi password GANTI-SAYA, supaya tidak mungkin terlupa.

PPPoE atau Hotspot

Keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda.

PPPoEHotspot
Autentikasipada perangkat pelangganpada halaman login
Cocok untukpelanggan tetap berlanggananpengguna sementara, tamu
Perangkat pelangganperlu disetel sekalitidak perlu disetel
Ganti perangkatperlu menyetel ulangcukup login lagi

RT/RW Net dan WISP hampir selalu memakai PPPoE untuk pelanggan tetap, dan hotspot hanya untuk area publik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa pelanggan tidak menemukan layanan PPPoE? Paling sering karena interface yang dipilih salah, atau karena masih ada DHCP server aktif di interface yang sama yang membuat perangkat pelanggan memilih jalur lain.

Apakah perlu VLAN per pelanggan? Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan pada jaringan yang pelanggannya berbagi satu switch — tanpa itu, pelanggan dapat saling melihat sebelum melewati router.

Bagaimana membatasi kecepatan berbeda per pelanggan? Buat beberapa profil, lalu tunjuk profil yang sesuai pada masing-masing secret.