Lompat ke konten utama

Generator Hotspot MikroTik

Server hotspot, DHCP, dan profil pengguna dalam satu script

Susun konfigurasi hotspot lengkap: pool alamat, DHCP server, profil pengguna berbatas kecepatan, server hotspot, NAT, dan bypass untuk perangkat pengelola.

Versi RouterOS
Script menyesuaikan sendiri. Bila sebuah bagian sama di kedua versi, hasilnya akan mengatakannya.

Tidak yakin versi Anda? Jalankan /system resource print di terminal, lihat baris version.

Alamat yang muncul di halaman login.

M
M
jam
0 = tanpa batas.

Agar perangkat pengelola tidak ikut diminta login setiap kali menyambung.

Tempelkan ke New Terminal pada Winbox, atau upload filenya lalu jalankan /import file-name=nama.rsc.

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Apa yang dihasilkan

Seluruh objek yang biasanya dibuat oleh wizard /ip hotspot setup, tetapi dalam bentuk perintah yang dapat dibaca, disunting, dan disimpan: alamat gateway, pool, DHCP server, profil pengguna, profil server, server hotspot, NAT, dan bypass.

Mengapa tidak memakai wizard saja

/ip hotspot setup bersifat interaktif — ia bertanya satu per satu dan tidak dapat ditempel sebagai script. Akibatnya konfigurasi hotspot tidak pernah punya bentuk tertulis yang bisa disimpan, dibandingkan, atau diulang di lokasi lain. Untuk satu router itu tidak terasa; untuk dua puluh lokasi, itu masalah.

Batas kecepatan dipasang di profil, bukan di queue

Pada hotspot, rate-limit di profil pengguna sudah cukup — RouterOS membuat queue dinamisnya sendiri begitu pengguna login, dan menghapusnya saat logout. Menambahkan Simple Queue manual di atasnya justru menghasilkan dua batas yang saling menimpa, dan yang berlaku menjadi sulit diprediksi.

Urutan angkanya sama seperti Simple Queue: upload/download.

Bypass perangkat pengelola

Tanpa bypass, laptop teknisi ikut diminta login setiap kali menyambung — termasuk ketika sedang memperbaiki hotspot yang bermasalah.

Satu syarat yang mudah terlewat: perangkat yang dibypass harus memakai alamat statis. Bila alamatnya diberikan DHCP dan suatu saat berubah, bypass-nya ikut hilang tanpa pemberitahuan apa pun.

Voucher tidak dibuat di halaman ini

Tool ini sengaja tidak membangkitkan daftar voucher. Password yang dibuat di dalam browser akan tersimpan di riwayatnya, dan halaman yang membangkitkannya bisa saja dibuka di komputer bersama.

Buat di perangkat, tempatnya memang di sana:

/ip hotspot user add name=voucher01 password=rahasia profile=paket-reguler

Kesalahan yang paling sering terjadi

Pool bertabrakan dengan alamat gateway. Bila rentang pool memuat alamat router itu sendiri, akan ada perangkat yang menerima alamat yang sama dengan gateway-nya. Tool ini menggeser awal pool secara otomatis, tetapi periksa kembali bila Anda menyuntingnya.

DNS tidak diisi. Hotspot mengalihkan permintaan HTTP ke halaman login, dan pengalihan itu bergantung pada DNS yang bekerja. Tanpa DNS yang benar, yang muncul di perangkat pelanggan bukan halaman login melainkan error.

Lupa NAT. Pengguna berhasil login, tetapi tidak ada yang bisa dibuka. Hampir selalu ini sebabnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa perangkat per akun? Diatur lewat shared-users pada profil. Satu untuk voucher perorangan; naikkan untuk paket keluarga.

Bagaimana mengubah tampilan halaman login? Filenya ada di /hotspot pada Files. Download, sunting HTML-nya, upload kembali.

Apakah bisa digabung dengan PPPoE di router yang sama? Bisa, selama keduanya memakai interface dan rentang alamat yang berbeda.