Lompat ke konten utama

Generator WAN Failover MikroTik

Pindah ke WAN backup ketika internetnya mati, bukan kabelnya

Susun failover dua WAN dengan recursive route, Netwatch, atau keduanya. Mendeteksi jalur yang menyala tetapi tidak lagi menyampaikan traffic ke internet.

Versi RouterOS
Script menyesuaikan sendiri. Bila sebuah bagian sama di kedua versi, hasilnya akan mengatakannya.

Tidak yakin versi Anda? Jalankan /system resource print di terminal, lihat baris version.

Sengaja berbeda: satu alamat uji untuk dua jalur menyesatkan.

WAN utama

WAN backup


detik
Tanpa catatan, WAN yang berkedip sepanjang malam tidak akan pernah ketahuan.

Tempelkan ke New Terminal pada Winbox, atau upload filenya lalu jalankan /import file-name=nama.rsc.

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Apa yang dihasilkan

Konfigurasi perpindahan otomatis ke WAN backup, dengan salah satu dari dua pendekatan — atau keduanya sekaligus.

Masalah yang tidak diselesaikan check-gateway

check-gateway=ping hanya memastikan gateway di seberang kabel masih menjawab. Padahal keadaan yang paling sering terjadi justru: modem menyala, gateway menjawab, tetapi internet di baliknya mati. Bagi router, jalur itu tampak sehat sempurna, dan traffic terus dikirim ke sana.

Pelanggan menyebutnya "internet mati padahal lampu modem hijau".

Recursive route

Caranya bertingkat. Pertama, buat rute /32 menuju sebuah alamat uji di internet, dikunci lewat gateway tertentu dan diberi scope=10. Kedua, buat rute default yang gateway-nya adalah alamat uji itu, dengan target-scope=11.

Akibatnya, rute default hanya hidup selama alamat uji benar-benar terjangkau lewat jalur itu. Begitu internet di balik modem mati, rute defaultnya ikut mati dan yang berdistance lebih besar mengambil alih.

Pakai alamat uji yang berbeda untuk tiap WAN. Bila keduanya menguji alamat yang sama dan alamat itu sendiri yang sedang bermasalah, kedua jalur akan dinyatakan mati bersamaan.

Netwatch

Netwatch memeriksa sebuah alamat pada selang waktu tertentu dan menjalankan script saat keadaannya berubah. Ia tidak memindahkan rute dengan sendirinya — yang diberikannya adalah kaitan: mencatat log, mengirim notifikasi Telegram, menyalakan atau mematikan aturan tertentu.

Untuk failover sederhana, recursive route sudah cukup dan lebih cepat. Netwatch berguna ketika peralihan harus disertai tindakan lain.

Mengapa peralihan perlu dicatat

WAN yang berkedip sepanjang malam — mati dua menit, hidup lagi, berulang — tidak akan pernah ketahuan bila tidak ada catatannya. Yang terlihat di pagi hari hanya keluhan pelanggan tanpa jejak apa pun.

Dengan catatan log, pola itu terbaca dalam satu kali lihat, dan Anda punya bukti untuk dibawa ke penyedia jasa internet.

Menguji tanpa menunggu gangguan

Jangan tunggu mati sungguhan untuk tahu failover-nya bekerja:

/interface disable ether2-wan1

Lalu perhatikan /ip route print — rute default harus berpindah sendiri dalam beberapa detik. Nyalakan kembali dengan /interface enable ether2-wan1 dan pastikan ia kembali ke jalur utama.

Uji ini wajib dilakukan sebelum meninggalkan lokasi. Failover yang tidak pernah diuji punya kebiasaan buruk: baru ketahuan tidak bekerja pada saat ia paling dibutuhkan.

Failover atau load balance

Keduanya sering dikira sama. Failover memakai satu WAN saja dan menyimpan yang lain sebagai backup; kapasitasnya tidak bertambah, tetapi perpindahannya bersih. Load balance memakai semuanya sekaligus; kapasitas total bertambah, tetapi setiap perubahan jalur berpotensi memutus session yang sedang berjalan.

Bila yang dicari adalah kapasitas, pakai generator PCC Load Balance — dan tetap centang rute backup di sana.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama perpindahannya? Dengan recursive route, umumnya di bawah sepuluh detik. Session TCP yang sedang berjalan tetap akan terputus — failover memindahkan jalur, bukan memindahkan session.

Apakah bisa lebih dari dua WAN? Bisa, dengan menambah pasangan rute berikutnya dan menaikkan distance-nya. Tool ini membatasi pada dua karena di atas itu urutan prioritasnya perlu dipikirkan kasus per kasus.

Alamat uji sebaiknya apa? Alamat yang stabil dan menjawab ping, serta berbeda untuk tiap WAN — misalnya 8.8.8.8 dan 1.1.1.1. Hindari alamat milik penyedia jasa internet itu sendiri: ia bisa tetap menjawab walau jalur ke internet luas sudah putus.