Kalkulator VLSM
Bagi satu blok menjadi subnet berukuran berbeda, tanpa alamat terbuang
Masukkan blok induk dan kebutuhan tiap segmen, dapatkan pembagian yang paling hemat beserta sisa blok yang masih bebas. Segmen dialokasikan dari yang terbesar lebih dulu — itu yang membuatnya muat.
Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.
Apa yang dikerjakan
VLSM — Variable Length Subnet Mask — adalah membagi satu blok alamat menjadi subnet yang ukurannya berbeda-beda, mengikuti kebutuhan nyata tiap segmen.
Tanpa VLSM, satu blok /22 yang dibagi rata menjadi empat /24 akan memberi 254 alamat untuk link antar router yang hanya butuh dua. Dua ratus lima puluh dua alamat terbuang, di satu link saja.
Cara mengisi
Satu segmen per baris, nama=jumlah host:
Kantor Pusat=200
Cabang A=100
Hotspot Tamu=25
Link ke Router B=2Nama boleh dikosongkan — cukup tulis angkanya.
Kenapa terbesar dulu
Ini bagian yang paling sering membuat pembagian manual gagal.
Alokasi dimulai dari kebutuhan terbesar. Alasannya: setiap subnet wajib dimulai pada alamat yang merupakan kelipatan ukurannya sendiri. Bila segmen kecil ditempatkan lebih dulu, ia meninggalkan celah-celah yang posisinya tidak sejajar untuk blok besar berikutnya — dan blok besar itu terpaksa melompat jauh ke depan, memakan ruang yang seharusnya cukup.
Akibatnya pembagian terasa "kehabisan alamat" padahal jumlah totalnya masih lebih dari cukup. Urutan yang benar menghilangkan masalah itu sepenuhnya.
Link antar router memakai /31
Untuk kebutuhan dua host, tool ini memberi /31, bukan /30. Sejak RFC 3021, /31 tidak lagi menyisakan alamat jaringan dan broadcast, sehingga kedua alamatnya benar-benar dapat dipakai.
Pada jaringan dengan dua puluh link antar router, memilih /31 alih-alih /30 menghemat empat puluh alamat. RouterOS dan seluruh perangkat modern mendukungnya.
Membaca hasilnya
Tiap baris memberi blok CIDR, rentang host yang dapat dipakai, dan kapasitasnya. Di bawahnya ada ringkasan: berapa alamat terpakai, berapa persen dari blok induk, dan di mana blok bebas berikutnya dimulai — yang terakhir ini berguna ketika jaringan berkembang dan segmen baru perlu ditambahkan tanpa mengacak yang sudah ada.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa hasilnya tidak berurutan seperti daftar yang saya ketik? Karena dialokasikan dari yang terbesar. Nama tiap segmen tetap ikut, jadi masih mudah dicocokkan.
Bagaimana bila blok induknya tidak cukup? Tools berhenti dan menyebut segmen mana yang tidak muat, bukan menghasilkan pembagian yang salah diam-diam.
Boleh dipakai untuk merencanakan ulang jaringan yang sudah jalan? Boleh, tapi ingat mengubah alamat berarti menyentuh DHCP, firewall, dan rute sekaligus. Rencanakan di atas kertas dulu.