Lompat ke konten utama

Kalkulator Throughput TCP

Kenapa jalur 100 Mbps hanya terasa 8 Mbps

Hitung batas kecepatan satu sambungan TCP dari latensi dan ukuran jendela — bandwidth-delay product. Menjelaskan mengapa menambah bandwidth kadang tidak mengubah apa pun, dan menghitung waktu transfer.

Mbps
ms
Lihat hasil ping ke tujuan.
KB
Default Windows/Linux modern ±64 KB tanpa scaling.
Satuan desimal (1 GB = 1.000 MB), agar sebanding dengan Mbps yang juga desimal.
Hasil

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Pertanyaan yang membawa orang ke sini

"Jalur saya 100 Mbps, tetapi menyalin file dari kantor pusat hanya dapat 8 Mbps. Apa yang rusak?"

Biasanya tidak ada yang rusak. Yang terjadi adalah batas yang tidak terlihat di brosur mana pun.

Bandwidth-delay product

TCP tidak mengirim data terus-menerus. Ia mengirim sejumlah data, lalu berhenti dan menunggu tanda terima sebelum melanjutkan. Banyaknya data yang boleh melayang tanpa tanda terima itulah ukuran jendela (window).

Akibatnya, satu sambungan TCP tidak dapat lebih cepat daripada:

throughput = ukuran jendela / waktu pulang-pergi

Jendela 64 KB pada latensi 200 ms menghasilkan sekitar 2,6 Mbps — berapa pun bandwidth jalurnya. Menaikkan langganan dari 100 Mbps ke 1 Gbps tidak mengubah angka itu sedikit pun.

Inilah sebabnya menyalin file ke server di benua lain terasa lambat sementara membuka situs terasa biasa saja: situs membuka banyak sambungan sekaligus, penyalinan file hanya satu.

Yang benar-benar menolong

Perbesar jendela. Sistem modern melakukannya sendiri lewat window scaling, tetapi ada jaringan yang merusaknya — perangkat tengah tua yang "membersihkan" opsi TCP. Bila throughput mentok persis di angka jendela 64 KB, itu tersangka pertamanya.

Buka beberapa sambungan sekaligus. Inilah yang dilakukan tools transfer modern, dan alasan mengapa satu unduhan dengan delapan koneksi jauh lebih cepat daripada satu koneksi.

Perpendek jaraknya. Latensi ditentukan oleh jarak fisik dan jumlah lompatan. Untuk pengguna di Indonesia, server di Jakarta hampir selalu mengalahkan server di Singapura, sebaik apa pun jalurnya.

Kurangi packet loss. Packet loss menghukum TCP jauh lebih berat daripada yang dibayangkan orang — tool ini menampilkan perkiraannya lewat pendekatan Mathis.

Cara memakai

  1. Isi bandwidth jalur dan latensi pulang-pergi (angka time= pada hasil ping).
  2. Isi ukuran jendela TCP, atau biarkan nilai defaultnya.
  3. Lihat batas satu sambungan, jendela minimum yang diperlukan untuk memenuhi jalur, dan perkiraan waktu transfer.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa hasil speedtest saya penuh tetapi transfer file lambat? Speedtest membuka banyak sambungan sekaligus dan memilih server terdekat. Transfer file biasanya satu sambungan ke server yang jauh. Keduanya mengukur hal yang berbeda.

Apakah UDP juga terkena batas ini? Tidak. UDP tidak menunggu tanda terima, jadi tidak terikat ukuran jendela. Itu sebabnya protokol transfer cepat modern membangun mekanismenya sendiri di atas UDP.

Berapa jendela yang ideal? Sebesar bandwidth-delay product jalur Anda. Tool ini menghitungnya untuk Anda.

Lanjut ke