Lompat ke konten utama

Website Tidak Terindeks Google? Cek 4 Masalah Teknis Ini

Sebelum nyalahin kontennya, ada empat hal teknis yang bisa bikin seluruh situs hilang dari hasil pencarian.

Situs udah jadi, isinya udah bagus, tapi dicari di Google nggak ketemu.

Sebelum nyalahin kontennya, ada empat hal teknis yang perlu dicoret satu-satu. Urutannya penting, soalnya yang pertama bisa ngilangin seluruh situs sekaligus.

Nol: pastiin dulu emang belum keindeks

Ketik ini di Google:

site:situsanda.com

Kalau hasilnya kosong, berarti emang belum keindeks. Lanjut baca.

Kalau hasilnya ada tapi nggak nongol di kata kunci yang diincar, masalahnya beda. Itu soal peringkat, bukan pengindeksan, dan artikel ini nggak bahas itu.

Satu: robots.txt

Dua baris ini bisa ngilangin situs dari Google dalam hitungan hari:

User-agent: *
Disallow: /

Biasanya kebawa dari masa development terus lupa dihapus pas launching.

Buka https://situsanda.com/robots.txt, baca sendiri. Kalau ada Disallow: / polos tanpa apa-apa di belakangnya, ya itu penyebabnya.

Generator robots.txt bisa dipakai buat nyusun yang bener.

Dua: tag noindex

Yang ini lebih halus, dan lebih sering kelewat soalnya nggak kelihatan di halaman.

Buka halamannya, tekan Ctrl+U buat lihat source-nya, cari kata noindex. Kalau ketemu ini:

<meta name="robots" content="noindex">

berarti halamannya emang disuruh jangan diindeks.

Di WordPress ini satu centang doang di Settings, Reading, namanya "Discourage search engines from indexing this site". Gampang banget ketinggalan nyala setelah situsnya launching.

Generator Meta Tag nyusun tag yang bener sekalian ngingetin kalau noindex kepilih.

Yang kebalik dari dugaan orang

Nah ini yang sering salah paham, dan akibatnya lumayan.

Kalau halaman udah terlanjur keindeks terus diblokir di robots.txt, Google jadi nggak bisa baca halamannya lagi. Artinya dia nggak pernah lihat perintah hapus yang ada di dalamnya. Halamannya tetap nangkring di indeks, kadang malah tanpa deskripsi.

Jadi urutan yang bener buat ngeluarin halaman dari Google:

  1. Biarin robots.txt tetap kebuka
  2. Pasang <meta name="robots" content="noindex">
  3. Tunggu sampai Google baca
  4. Baru kalau perlu, tutup crawling-nya

Kebalik dikit, nggak jalan.

Tiga: sitemap dan Search Console

Sitemap nggak bikin halaman pasti keindeks. Dia cuma ngasih tahu Google kalau halaman itu ada, terutama buat halaman yang nggak ditaut dari mana-mana.

Yang lebih nentuin itu daftarin di Google Search Console. Tanpa itu kita cuma nebak. Dengan itu kelihatan halaman mana yang keindeks, mana yang ditolak, sama alasannya.

Generator Sitemap XML buat nyusun filenya.

Di Search Console, pakai URL Inspection ke satu halaman yang bermasalah. Ini yang jawab pertanyaan sebenarnya: Google pernah lihat halaman ini nggak, dan kalau pernah, keputusannya apa.

Empat: sabar

Situs baru butuh waktu. Bisa beberapa hari, bisa beberapa minggu, tergantung berapa banyak link yang ngarah ke sana.

Yang bikin cepat:

  • Request indexing lewat Search Console, beberapa halaman sehari
  • Link dari situs lain yang udah keindeks
  • Isi yang beneran jawab pertanyaan orang

Yang nggak ngaruh: ngulang-ngulang kata kunci di halaman, nambahin meta keywords, atau submit sitemap tiap hari.

Udah keindeks tapi tampilannya jelek

Judul kepotong atau deskripsi yang nggak ngundang bikin orang males ngeklik, padahal peringkatnya udah lumayan.

Preview Hasil Pencarian ngukur judul sama deskripsi pakai lebar piksel, bukan jumlah huruf. Soalnya Google motongnya emang pakai piksel. Judul 60 huruf yang isinya banyak M sama W bakal kepotong, sementara 65 huruf yang isinya i sama l masih muat.

Baca juga

Semua artikel