Lompat ke konten utama

Pindah Hosting Tanpa Situs Mati: Urutan yang Benar

Kesalahan paling sering bukan salah nulis record, tapi nurunin TTL pas hari-H. Di situ udah telat.

Pindah hosting yang rasanya "setengah jalan" seharian, sebagian pengunjung lihat situs baru sebagian masih yang lama, hampir selalu penyebabnya satu. Dan penyebabnya bukan kesalahan di hari itu.

TTL harus diturunin beberapa hari SEBELUMNYA

TTL nentuin berapa lama jawaban DNS disimpen resolver di seluruh dunia. TTL satu hari artinya perubahan hari ini baru ketahuan sebagian pengunjung besok.

Makanya nurunin TTL di hari pindahan itu nggak nolong sama sekali. Yang berlaku saat itu adalah TTL lama yang udah kesimpen di mana-mana.

Urutan yang bener:

  1. H-3 sampai H-7: turunin TTL jadi 300 detik. Biarin nyebar.
  2. Hari-H: siapin situs di server baru, tes pakai file hosts di komputer sendiri.
  3. Hari-H: ubah record A ke alamat baru. Nyebar dalam hitungan menit.
  4. H+3: naikin lagi TTL-nya ke 3600 atau lebih.

Generator Record DNS nyusun file zonanya, sekalian ngingetin urutan ini di outputnya.

Tes dulu sebelum ngubah DNS

Ini langkah yang paling sering dilewatin, dan paling ngirit waktu.

Tambahin baris ke file hosts di komputer Anda:

103.10.20.30   contoh.web.id
103.10.20.30   www.contoh.web.id

Letaknya C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts di Windows, /etc/hosts di Linux sama Mac.

Sekarang komputer Anda lihat situs di server baru, sementara seluruh dunia masih lihat yang lama. Cek semuanya: halaman, form, upload, pembayaran. Baru ubah DNS-nya.

Habis itu hapus barisnya. Lupa hapus bikin bingung berminggu-minggu kemudian.

Yang sering kelewat: email

Mindahin record A nggak mindahin email.

Kalau email domain Anda dilayani penyedia lain, Google Workspace, Zoho, atau hosting lama, record MX harus tetap nunjuk ke sana.

Nyalin zona apa adanya dari panel hosting baru sering nimpa MX pakai nilai default mereka. Email berhenti masuk, diam-diam, soalnya pengirimnya nggak dapat kabar.

Cek MX sebelum sama sesudah pindah.

SPF sama DMARC: mulai dari longgar

Kalau sekalian mau rapihin email, pasang SPF sama DMARC. Tapi jangan langsung ketat.

SPF pakai ~all, bukan -all. DMARC pakai p=none, bukan p=reject.

Alasannya sama buat dua-duanya. Penolakan keras dari hari pertama bakal buang email sah dari pengirim yang belum sempat didaftarin. Sistem tagihan, form situs, notifikasi aplikasi. Dan yang buang itu server penerima, jadi pengirimnya nggak pernah tahu suratnya ilang.

Pasang mode mantau dulu, baca laporannya beberapa minggu, daftarin semua pengirim sah yang muncul, baru dikencengin.

Habis pindah

Cek pakai resolver publik, jangan cuma pakai komputer sendiri:

nslookup -type=a contoh.web.id 8.8.8.8
nslookup -type=mx contoh.web.id 8.8.8.8

Kalau server publik udah nunjukin nilai baru sementara komputer Anda belum, yang sisa cuma cache lokal, dan itu ilang sendiri.

Jangan lupa perbarui sitemap sama cek Search Console.

Baca juga

Semua artikel