Generator Record DNS
File zona lengkap dengan SPF dan DMARC yang aman
Susun file zona DNS beserta subdomain, MX, SPF, dan DMARC — ditambah perintah DNS statis MikroTik untuk resolusi di jaringan sendiri. Nilai defaultnya sengaja dipilih agar tidak membuang email yang sah.
Tempelkan ke panel DNS penyedia domain Anda, atau simpan sebagai file zona. Baris yang diawali tanda titik koma adalah catatan — boleh ikut disalin, boleh dibuang.
Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.
Yang dihasilkan
File zona yang dapat ditempel ke panel DNS mana pun, ditambah — bila diminta — perintah /ip dns static untuk MikroTik.
Keputusan yang sengaja diambil: mulai dari longgar
Dua nilai default di tool ini mungkin mengejutkan orang yang membaca panduan keamanan:
- SPF memakai
~all, bukan-all - DMARC memakai
p=none, bukanp=reject
Itu disengaja, dan alasannya sama untuk keduanya. Penolakan keras sejak hari pertama akan membuang email sah dari pengirim yang belum sempat didaftarkan: sistem tagihan, formulir situs, notifikasi aplikasi, layanan pihak ketiga yang mengirim atas nama domain Anda. Dan yang membuangnya adalah server penerima — pengirim tidak pernah menerima kabar bahwa suratnya hilang.
Urutan yang benar: pasang dalam mode memantau, baca laporan yang masuk selama beberapa minggu, daftarkan semua pengirim sah yang muncul di sana, baru kencangkan. Naik ke p=quarantine, lalu p=reject.
Kenapa DNS statis MikroTik ikut dihasilkan
Ketika server berada di jaringan yang sama dengan penggunanya, permintaan ke nama domain sendiri akan keluar ke internet lalu berbalik masuk lagi. Itu disebut hairpin NAT: lambat, dan pada sebagian router tidak jalan sama sekali. Satu baris DNS statis menghapus seluruh masalah itu.
TTL — dan kesalahan yang selalu terlambat disadari
TTL menentukan berapa lama jawaban DNS disimpan resolver di seluruh dunia. TTL 1 hari berarti perubahan hari ini baru diketahui sebagian pengunjung besok.
Karena itu, turunkan TTL beberapa hari SEBELUM memindahkan server, bukan pada hari-H. Yang berlaku saat pemindahan adalah TTL lama yang sudah tersimpan. Menurunkannya di hari-H tidak menolong sama sekali — dan inilah kesalahan yang membuat pemindahan hosting terasa "setengah jalan" selama sehari penuh.
Naikkan kembali setelah semuanya stabil, agar DNS tidak ditanyai berulang tanpa perlu.
Cara memakai
- Isi nama domain dan alamat IP server.
- Daftarkan subdomain, satu per baris:
www→ memakai IP utamaadmin=103.10.20.31→ memakai IP sendiriremote=cname:contoh.web.id→ membuat CNAME
- Centang bagian email bila domain ini menerima email.
- Salin hasilnya ke panel DNS.
Pertanyaan yang sering diajukan
Perlukah SPF bila domain saya tidak mengirim email sama sekali? Justru sangat perlu. Domain tanpa SPF adalah domain yang paling mudah dipalsukan. Untuk domain yang tidak pernah mengirim email, v=spf1 -all adalah jawaban yang tepat — dan di sana penolakan keras memang aman.
Bedanya CNAME dan A? A menunjuk langsung ke alamat IP; CNAME menunjuk ke nama lain. CNAME memudahkan saat alamat berubah, tetapi tidak boleh dipakai pada nama domain utama tanpa subdomain.
Kenapa perubahan DNS saya belum terlihat? Hampir selalu TTL. Periksa dengan nslookup -type=a nama.domain 8.8.8.8 — bila server publik sudah menunjukkan nilai baru sementara komputer Anda belum, yang tersisa hanya cache lokal.
Lanjut ke
- Pencari Nomor Port untuk menentukan port apa yang perlu dibuka.
- Generator NAT & Port Forwarding