Lompat ke konten utama

Aplikasi Siap Pakai atau Bikin Sendiri? Begini Cara Mutusinnya

Pertanyaannya bukan mana yang lebih bagus, tapi seberapa aneh cara kerja Anda dibanding orang lain di bidang yang sama.

Pertanyaan ini sering dijawab pakai selera. Padahal ada cara mutusinnya yang lebih jelas.

Pertanyaannya bukan mana yang lebih bagus. Tapi: seberapa aneh cara kerja Anda dibanding orang lain di bidang yang sama?

Kalau cara kerjanya standar, pakai yang siap pakai

Kasir toko, absensi karyawan, pencatatan stok, faktur. Ribuan usaha ngerjain hal yang sama persis, dan aplikasinya udah mateng bertahun-tahun.

Bikin sendiri buat kebutuhan kayak gini itu bayar mahal buat nyampe ke titik yang udah tersedia.

Yang sering nggak dihitung orang: aplikasi siap pakai udah lewat ribuan pengguna yang nemuin bug-nya. Aplikasi baru bikinan sendiri belum. Enam bulan pertama itu bakal habis buat nemuin masalah yang di aplikasi jadi udah dibenerin lima tahun lalu.

Kalau cara kerjanya beda, jangan dipaksain

Ada usaha yang alur kerjanya emang nggak standar. Bengkel yang ngitung ongkos berdasarkan aturan sendiri. Distributor yang harga per pelanggannya beda-beda pakai rumus yang cuma mereka punya. Jasa yang penjadwalannya ngikutin ketersediaan alat, bukan orang.

Maksain aplikasi siap pakai di situ hasilnya khas: setengah kerjaan pindah ke Excel, dan aplikasinya cuma jadi tempat nyalin hasil akhir.

Kalau itu yang kejadian, aplikasinya nggak menghemat apa-apa. Cuma nambah satu langkah.

Cara ngetes sendiri

Coba jawab tiga pertanyaan ini jujur.

Berapa persen kerjaan yang tetap di Excel setelah aplikasinya dipakai? Kalau di atas 30%, aplikasinya nggak cocok.

Berapa kali sebulan Anda bilang "aplikasinya nggak bisa gitu, jadi kita akalin"? Akalan itu biaya yang nggak kelihatan di invoice, tapi kebayar tiap hari.

Kalau aplikasinya berhenti dijual besok, usaha Anda kenapa? Yang jawabannya "repot banget" perlu mikirin kepemilikan datanya, bukan cuma fiturnya.

Jalan tengah yang sering kelewat

Nggak harus milih salah satu.

Banyak usaha jalan paling enak dengan aplikasi siap pakai buat yang standar, ditambah satu aplikasi kecil khusus buat bagian yang emang beda sendiri. Yang kecil itu nyambung ke yang besar lewat ekspor atau API.

Ini biasanya jauh lebih murah daripada bikin semuanya dari nol, dan nggak maksa Anda ngubah cara kerja yang emang udah bener.

Soal biaya, yang jujur

Aplikasi siap pakai itu biayanya jelas dan berulang. Bikin sendiri itu biayanya gede di depan, terus ada biaya perawatan yang sering nggak diitung orang: server, update keamanan, dan orang yang paham kodenya kalau yang bikin udah nggak ada.

Yang kedua itu yang paling sering bikin repot. Aplikasi bikinan sendiri yang programmernya udah pindah itu aset yang berubah jadi beban.

Jadi kalau mau bikin sendiri, pastiin sejak awal: kodenya milik Anda, dokumentasinya ada, dan ada lebih dari satu orang yang bisa lanjutin.

Kalau mau lihat contohnya dulu

CoreNet AppFoundry isinya aplikasi siap pakai buat kebutuhan yang umum, lengkap sama demonya. Berguna buat ngetes dulu: kalau salah satunya udah cukup, nggak perlu bikin apa-apa.

Kalau setelah nyoba ternyata nggak ada yang pas, itu jawaban yang berguna juga. Berarti kebutuhan Anda emang beda, dan bikin sendiri jadi masuk akal.

Baca juga

Semua artikel