Lompat ke konten utama

WiFi Sinyal Penuh tapi Lambat: Channel 2.4 GHz yang Saling Tabrakan

Bar sinyal penuh, duduk sebelahan sama routernya, tapi buka halaman tetap lama. Bar itu memang tidak pernah mengukur seberapa ramai udaranya.

Duduk sebelahan sama routernya, bar sinyal penuh, tapi buka halaman tetap lama dan video tetap muter-muter.

Yang keliru bukan perasaan Anda. Yang keliru anggapan bahwa bar sinyal ada hubungannya dengan kecepatan.

Bar sinyal mengukur satu hal saja

Bar itu mengukur seberapa kuat suara router terdengar oleh perangkat Anda. Dia sama sekali nggak mengukur seberapa ramai udaranya.

WiFi itu ruangan, bukan kabel. Semua perangkat di frekuensi yang sama bergantian bicara: satu bicara, sisanya menunggu giliran. Sinyal kuat cuma berarti suara router Anda jernih — bukan berarti dia dapat giliran lebih sering.

Di kompleks padat, satu router bisa berbagi udara dengan dua puluh router tetangga. Bar Anda tetap penuh, giliran Anda tetap sedikit.

2.4 GHz cuma punya tiga jalur, bukan tiga belas

Ini sumber salah paham yang paling sering. Daftar channel-nya 1 sampai 13, jadi orang mengira ada tiga belas pilihan.

Kenyataannya tiap channel selebar 20 MHz sementara jaraknya cuma 5 MHz, jadi mereka saling menindih. Yang benar-benar nggak bertumpuk cuma tiga: 1, 6, dan 11.

Yang bikin ini penting: tetangga di channel yang sama masih bisa "mendengar" Anda, jadi mereka gantian dengan tertib. Tetangga di channel 3 — yang setengah menindih 1 dan setengah menindih 6 — nggak bisa didengar sebagai suara, cuma sebagai derau. Nggak ada gantian, yang ada tabrakan.

Jadi memilih channel 3 atau 9 supaya "beda sendiri" justru merusak dua jalur sekaligus, termasuk jalur Anda sendiri.

Lebar 40 MHz di 2.4 GHz itu jebakan

Di setelan router sering ada pilihan lebar channel 20 MHz atau 40 MHz. Yang 40 kelihatan dua kali lebih cepat, dan di rumah yang benar-benar sepi memang begitu.

Di lingkungan padat, 40 MHz memakan dua jalur dari tiga yang ada. Hasilnya lebih banyak tabrakan, lebih banyak paket yang harus dikirim ulang, dan akhirnya lebih lambat daripada 20 MHz.

Di 2.4 GHz, pakai 20 MHz. Lebar 40 MHz tempatnya di 5 GHz.

Satu perangkat tua bisa menyeret semuanya

WiFi menyesuaikan kecepatan dengan perangkat yang sedang dilayani. Satu perangkat lama yang jauh dan lemah akan dilayani dengan kecepatan rendah — dan selama dia dilayani, semua yang lain menunggu.

Gejalanya khas: jaringan baik-baik saja, lalu mendadak semua orang lambat, lalu normal lagi. Yang berubah cuma ada satu perangkat lama yang lagi aktif di pojok rumah.

Kalau perangkat itu nggak dikenali, periksa dulu siapa saja yang nempel — caranya di perangkat asing di jaringan WiFi.

Yang juga berisik di 2.4 GHz dan bukan WiFi

  • Microwave — persis di tengah pita. Menyalakannya bisa memutus WiFi di dapur.
  • Kamera CCTV nirkabel murah dan perangkat 2.4 GHz non-WiFi lainnya, yang memancar terus tanpa pernah gantian.
  • Bluetooth, walau dampaknya kecil.

Pindah ke 5 GHz, kalau bisa

5 GHz punya jauh lebih banyak channel yang nggak bertumpuk, dan lebih sedikit yang memakainya. Tukarannya jangkauan lebih pendek dan lebih payah menembus tembok.

Untuk perangkat yang berada di ruangan yang sama dengan router, 5 GHz hampir selalu lebih baik. Untuk yang di ujung rumah terhalang dua tembok, 2.4 GHz tetap lebih masuk akal — dan di situlah channel 1, 6, atau 11 tadi menentukan.

Cara memeriksanya tanpa alat mahal

Pasang aplikasi analyzer WiFi di HP Android, lihat channel yang dipakai tetangga, lalu pilih satu dari 1, 6, atau 11 yang paling lengang.

Kalau routernya diset auto, di lingkungan padat sebaiknya ditetapkan manual. Auto memilih ulang saat router menyala, dan seringnya memilih saat udara sedang sepi — bukan saat malam ketika semua orang di rumah.

Kalau setelah semua ini masih lambat

Berarti bukan udaranya. Ukur dengan kabel: kalau lewat kabel juga lambat, masalahnya di jalur ke internet, bukan di WiFi.

Dari situ mulai dari transfer file lambat padahal bandwidth besar. Dan kalau yang mengganjal justru selisih antara angka di dus dan angka nyata, Kalkulator Throughput TCP menunjukkan berapa yang sebenarnya masuk akal untuk latency jalur Anda — angkanya sering jauh lebih rendah daripada dugaan orang.

Semua artikel