Lompat ke konten utama

GPON atau EPON untuk RT/RW Net Kecil? Ini Bedanya yang Beneran Kerasa

Selisih kecepatannya jarang kerasa di jaringan kecil. Yang beneran nentuin justru harga ONU dan siapa yang jual di kota Anda.

Mau mulai FTTH, dan di marketplace ada dua jenis OLT dengan selisih harga lumayan. Yang satu GPON, yang satu EPON.

Banyak perbandingan di internet yang fokus ke angka kecepatan. Buat jaringan 100 pelanggan, angka itu justru yang paling nggak penting. Ini yang beneran ngaruh.

Angkanya dulu, biar kelar

GPONEPON
StandarITU-T G.984IEEE 802.3ah
Turun2,488 Gbps1,25 Gbps
Naik1,244 Gbps1,25 Gbps
Efektif setelah overhead~2,3 / ~1,1 Gbps~1 Gbps dua arah
Split maksimum praktis1:64 (B+ 1:32)1:64

GPON lebih kencang turunnya, EPON simetris.

Sekarang hitung pakai jaringan Anda. Seratus pelanggan paket 10 Mbps dengan rasio 1:8 butuh uplink sekitar 125 Mbps. EPON kasih 1.000 Mbps. Anda pakai 12 persen dari kapasitasnya.

Artinya: selisih kecepatan itu nggak akan Anda rasakan sampai pelanggan Anda ratusan dengan paket besar. Jangan jadikan ini alasan utama milih.

Yang beneran nentuin

Harga ONU. Ini biaya yang kebayar berulang-ulang, tiap pelanggan baru, selamanya. Selisih lima puluh ribu per ONU dikali 200 pelanggan itu angka yang jauh lebih besar daripada selisih harga OLT yang cuma dibeli sekali. Cek harga ONU dulu sebelum mutusin OLT.

Siapa yang jual di kota Anda. ONU rusak jam sepuluh malam, pelanggan marah, dan toko terdekat cuma stok satu jenis. Ini bukan pertimbangan teknis, tapi ini yang nentuin pelanggan Anda nunggu dua jam atau tiga hari.

Kunci vendor. Di sini GPON sedikit lebih longgar. GPON punya OMCI, protokol manajemen yang lumayan seragam, jadi ONU merek lain kadang mau nyantol di OLT merek berbeda. EPON manajemennya lebih bebas ditafsir tiap vendor, jadi praktiknya lebih sering terkunci.

Tapi jangan terlalu berharap juga. Bahkan di GPON, kombinasi lintas merek sering perlu utak-atik dan nggak selalu jalan. Kalau Anda beli OLT merek X, siapin diri beli ONU merek X juga.

Kalau baru mulai

Ambil GPON, kecuali ada alasan kuat sebaliknya.

Bukan karena lebih kencang, tapi karena:

  • Stok ONU-nya lebih banyak di pasar Indonesia, jadi lebih gampang dicari kalau butuh cepat
  • Jalur naiknya ke 10 Gbps (XGS-PON) lebih jelas kalau nanti perlu
  • Teknisi yang bisa dipanggil lebih banyak yang familiar

Ambil EPON kalau harga ONU di kota Anda jauh lebih murah, atau Anda udah punya stok EPON dari jaringan sebelumnya. Nggak ada yang salah dengan EPON — ia jalan bertahun-tahun di banyak RT/RW Net, dan simetrisnya justru bagus kalau pelanggan Anda banyak yang upload.

Yang jangan dilakukan

Jangan beli OLT bekas tanpa tahu firmware-nya. OLT bekas eks-operator sering dikunci atau firmware-nya versi lama yang nggak bisa diupgrade tanpa akun vendor. Hematnya di depan, ruginya belakangan.

Jangan campur GPON sama EPON di satu jaringan kalau belum pengalaman. Bisa, pakai OLT combo, tapi Anda jadi ngurus dua ekosistem sekaligus dengan dua stok ONU.

Sebelum beli, hitung dulu jalurnya

Pilihan kelas OLT (B+ atau C+) lebih ngaruh ke jangkauan Anda daripada pilihan GPON atau EPON. Kalkulator Link Budget Fiber & Split Ratio bisa dipakai buat ngecek: dengan jarak sama split ratio yang Anda rencanain, B+ cukup atau harus C+.

Lebih murah ketahuan sekarang daripada pas kabel udah kebentang.

Baca juga

Semua artikel