Lompat ke konten utama

Kalkulator Link Budget Fiber & Split Ratio

Cukup atau tidak jalur fiber Anda — sebelum kabelnya dibentang

Hitung total rugi satu jalur PON dari OLT sampai ONU: splitter, panjang serat, konektor, dan sambungan. Keluar sisa margin, perkiraan Rx di ONU, dan peringatan bila cahayanya justru terlalu kuat. Dua arah dihitung, bukan hanya arah turun.

Tertulis di spesifikasi modul SFP OLT-nya.
dBm
Kosongkan saja bila tidak tahu — nilai default sudah wajar.
dBm
Dipakai untuk menghitung arah naik.

km
m
m


Tiap titik colok, termasuk di ONU.
dB
Hasil splicing, bukan konektor.
dB
Fusion 0,1 · mekanik 0,3.
dB
Jangan di bawah 3 dB untuk jalur yang dipakai jangka panjang.
Hasil

Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda. Alamat IP, nama interface, dan password yang Anda masukkan tidak pernah dikirim ke server CoreNet.

Yang dihitung

Total rugi optik satu jalur PON, dari modul OLT sampai ONU di rumah pelanggan: rugi splitter tiap tingkat, redaman serat menurut panjangnya, rugi tiap konektor, dan rugi tiap sambungan splicing.

Hasilnya bukan cuma angka total. Yang keluar juga sisa margin terhadap budget kelas optik Anda, perkiraan daya terima di ONU, jumlah port pelanggan dari kombinasi splitter yang dipilih, dan splitter tunggal terbesar yang masih muat di jalur itu.

Dua hal yang tidak dikerjakan kalkulator sejenis

Batas bawah ikut diperiksa. Class B+ bukan cuma melarang rugi lebih dari 28 dB — ia juga mensyaratkan rugi paling sedikit sekitar 13 dB. Di bawah itu penerima ONU jenuh, dan gejalanya nyaris sama dengan redaman berlebih: paket hilang, sesekali putus.

Karena gejalanya mirip, orang biasanya mengambil langkah yang salah — memperpendek jalur atau menaikkan daya — dan keadaannya makin buruk. Obat yang benar justru kebalikannya: pasang attenuator. Tool ini menyebutkan berapa dB yang perlu ditambahkan.

Arah naik dihitung tersendiri. Arah turun memakai 1490 nm dengan redaman sekitar 0,25 dB/km. Arah naik memakai 1310 nm, 0,35 dB/km. Selisihnya kecil per kilometer, tapi pada feeder 15 km ia menjadi 1,5 dB.

Akibatnya ada jalur yang arah turunnya aman sementara arah naiknya kurang. Gejalanya paling membingungkan di lapangan: ONU terlihat online dengan angka Rx sehat, tapi unggahan gagal dan dial PPPoE tidak pernah selesai.

Angka rugi yang dipakai

KomponenRugi
Splitter 1:23,5 dB
Splitter 1:47,2 dB
Splitter 1:810,5 dB
Splitter 1:1613,7 dB
Splitter 1:3217,0 dB
Splitter 1:6420,5 dB
Serat 1490 nm (arah turun)0,25 dB/km
Serat 1310 nm (arah naik)0,35 dB/km

Angka splitter di atas sudah termasuk excess loss, jadi ia lebih besar daripada nilai teoretis 10·log10(n). Yang dipakai di sini nilai yang lazim tertulis di lembar data splitter PLC pasaran, bukan nilai ideal laboratorium — karena yang Anda beli bukan splitter ideal.

Rugi konektor dan sambungan bisa diubah sendiri. Defaultnya 0,4 dB per konektor dan 0,1 dB per sambungan fusion. Kalau memakai sambungan mekanik, naikkan ke 0,3 dB.

Kenapa margin 3 dB, bukan nol

Jalur yang dirancang tepat menghabiskan budget akan menjadi masalah dalam setahun, dan sebabnya bukan kesalahan rancangan awal:

  • Konektor mengumpulkan debu dan minyak dari tangan
  • Kabel kena keruk, disambung ulang, dan tiap sambungan baru menambah rugi
  • Dropcore ditarik ulang lebih panjang daripada rencana
  • Air masuk ke ODP yang tutupnya retak

Semuanya menambah rugi, tidak ada yang mengurangi. Margin 3 dB itu jatah untuk hal-hal yang pasti terjadi, bukan pemborosan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kelas OLT saya B+ atau C+? Tertulis di spesifikasi modul SFP-nya, biasanya sebagai "B+" atau "C+" atau sebagai rentang budget 13–28 dB dan 17–32 dB. Kalau beli OLT murah tanpa keterangan, anggap B+.

Kenapa hasilnya beda dengan angka di ONU saya? Karena tool ini menghitung rancangan, bukan mengukur kenyataan. Selisih satu sampai dua dB itu wajar — kualitas splicing, kebersihan konektor, dan mutu splitter tidak pernah persis seperti lembar data. Selisih lebih dari tiga dB berarti ada sesuatu di jalur yang tidak masuk hitungan.

Splitter bertingkat atau sekali saja lebih hemat? Nyaris sama ruginya. 1:4 lalu 1:8 totalnya 17,7 dB; 1:32 sekali totalnya 17,0 dB. Pilihannya bukan soal rugi, tapi soal bentuk jaringan dan kemudahan melacak kerusakan.

Kenapa 1:64 hampir selalu ditolak di B+? Splitter 1:64 sendirian makan 20,5 dB dari 28 dB. Sisa 7,5 dB untuk serat, konektor, sambungan, dan margin — habis di jarak sekitar delapan kilometer, dan itu belum menghitung konektor. Butuh 64 port, pakai C+ atau pecah menjadi dua kali 1:32.

Apakah data saya dikirim ke server? Tidak. Seluruh perhitungan berjalan di browser Anda.