Lompat ke konten utama

Tinggi Tower Wireless: Kenapa Garis Pandang Bersih Belum Cukup

Kedua ujung sudah saling terlihat, sinyalnya tetap jelek. Gelombang radio butuh ruang berbentuk lonjong di sepanjang jalur, bukan sekadar garis lurus.

Dari atas tower kelihatan jelas ke tower seberang. Nggak ada pohon, nggak ada gedung. Tapi sinyalnya jelek, dan pas hujan makin parah.

Garis pandangnya emang bersih. Yang nggak bersih zona Fresnel-nya.

Radio nggak jalan seperti sinar laser

Gelombang radio nggak merambat sebagai garis tipis. Dia mengisi ruang berbentuk lonjong di antara kedua antena — paling gemuk di tengah, mengecil ke kedua ujung. Ruang itu namanya zona Fresnel pertama, atau F1.

Halangan yang masuk ke ruang itu bikin sebagian gelombang terpantul dan datang telat, lalu mengganggu gelombang yang datang langsung. Hasilnya sinyal melemah walaupun jalurnya kelihatan bersih.

Patokan lapangan: minimal 60 persen F1 harus bebas halangan. Di bawah itu, redamannya mulai terasa; di bawah 40 persen, jalurnya praktis nggak bisa dipakai.

Menghitungnya

Jari-jari F1 di titik tengah jalur:

F1 (meter) = 8,66 x akar(D / f)

D = jarak dalam kilometer
f = frekuensi dalam GHz

Jalur 5 km di frekuensi 5 GHz:

F1 = 8,66 x akar(5 / 5) = 8,66 meter
60 persen dari itu = 5,2 meter

Jadi di titik tengah jalur, harus ada ruang bebas 5,2 meter di bawah garis pandang — bukan nol.

Dua hal yang langsung kelihatan dari rumus itu:

  • Makin jauh jalurnya, makin gemuk zonanya. Jalur 10 km butuh ruang lebih besar daripada dua jalur 5 km yang disambung.
  • Makin rendah frekuensinya, makin gemuk juga. Jalur 2,4 GHz butuh ruang jauh lebih lega daripada 5 GHz pada jarak yang sama.

Bumi juga melengkung, dan itu mulai terasa di 10 km

Di jalur pendek, lengkung bumi bisa diabaikan. Mulai sekitar sepuluh kilometer, dia ikut memakan ruang:

tonjolan (meter) = D x D / 17     (D dalam km)

Jalur 10 km: sekitar 5,9 meter. Jalur 15 km: sekitar 13 meter — dan itu ditambahkan ke kebutuhan Fresnel, bukan menggantikannya.

Angka pembagi 17 sudah memasukkan pembiasan atmosfer normal. Pada cuaca tertentu pembiasannya berubah, dan jalur yang pas-pasan bisa jadi jalur yang hilang saat cuaca berubah — inilah sebab jalur yang "cuma bermasalah waktu tertentu".

Halangannya jarang di ujung

Kesalahan paling umum: mengukur tinggi tower dari halangan yang ada di dekat tower.

Zona Fresnel paling gemuk di tengah jalur. Pohon setinggi 15 meter yang berada tepat di tengah jauh lebih merepotkan daripada pohon 20 meter yang berdiri 200 meter dari tower.

Jadi yang perlu diperiksa profil ketinggian sepanjang jalur, bukan cuma sekitar tower.

Pohon tumbuh, dan tower tidak

Ini yang bikin jalur bagus jadi jelek dua tahun kemudian tanpa ada yang mengubah apa pun.

Pohon di jalur tumbuh setengah sampai satu meter per tahun. Kalau clearance Anda pas 60 persen hari ini, tiga tahun lagi dia di bawah itu. Lebihkan beberapa meter sejak awal — jauh lebih murah daripada menambah tower nanti.

Daun basah juga menyerap lebih banyak daripada daun kering, dan itulah sebabnya banyak jalur cuma jelek saat hujan.

Kalkulator Tinggi Tower dan Zona Fresnel menghitung F1, tonjolan bumi, dan tinggi antena minimum di kedua ujung sekaligus — sebelum besinya dibeli, bukan sesudah.

Hitung dulu, beli belakangan

Selisih tower 18 meter dan 24 meter itu bukan selisih kecil: pondasinya beda, izinnya beda, dan pemasangannya beda. Menghitungnya makan sepuluh menit; menaikkan tower yang terlanjur kependekan makan biaya kedua kalinya.

Bacaan lanjutan: Menghitung splitter dan budget redaman satu jalur ODP untuk sisi fiber, dan Modal RT/RW Net: hitungan jujur untuk menempatkan biaya tower dalam hitungan usahanya.

Semua artikel