Lampu LOS di ONU udah mati. Lampu PON nyala stabil. Tapi pelanggan tetap nggak dapat internet, dan dial PPPoE-nya muter terus.
Banyak yang stuck di sini karena ngira LOS mati sama dengan beres. Padahal LOS mati cuma nandain cahayanya nyampe. Antara cahaya nyampe sama pelanggan dapat IP, masih ada empat lapis yang masing-masing bisa gagal sendiri-sendiri.
Cek berurutan. Jangan loncat, soalnya tiap lapis ngandelin lapis di bawahnya.
Lapis 1: ONU-nya beneran kedaftar belum
Cahaya nyampe itu satu hal. Kedaftar di OLT itu hal lain.
ZTE:
show gpon onu state gpon-olt_1/1/1Huawei:
display ont info 0 1 allYang dicari: statusnya working atau online. Kalau isinya LOID mismatch, password error, atau ONU-nya nggak nongol sama sekali di daftar, berhenti di sini. Nggak ada gunanya ngecek VLAN kalau ONU-nya sendiri belum diterima OLT.
ONU yang nongol tapi statusnya DyingGasp artinya dia sempat nyala terus mati — biasanya listrik di rumah pelanggan atau adaptor ONU-nya soak.
Lapis 2: service-port-nya udah dibikin belum
Ini yang paling sering kelewat, terutama kalau ONU-nya baru dipasang buru-buru.
ONU bisa kedaftar dan statusnya working, tapi kalau service-port-nya belum dibikin, nggak ada satu pun paket yang diterusin ke uplink. Semua lampu kelihatan normal. Nggak ada indikator apa pun yang ngasih tahu.
Pastiin ada baris service-port buat ONU itu, dan VLAN-nya sesuai sama yang Anda pakai buat layanan.
Lapis 3: VLAN-nya nyambung nggak sampai MikroTik
Dari OLT ke MikroTik biasanya lewat trunk. Di sinilah dua kesalahan langganan terjadi.
Tagged ketuker untagged. VLAN pelanggan keluar dari OLT dalam keadaan tagged, tapi port MikroTik-nya nggak dibikin sebagai VLAN interface. Paketnya nyampe, tapi MikroTik buang karena nggak tahu mau diapain.
Di MikroTik, VLAN-nya harus ada wujudnya:
/interface vlan
add name=vlan-pppoe vlan-id=100 interface=ether1-oltNative VLAN nggak sama. Kalau di sisi OLT uplink-nya pakai VLAN 1 sebagai native sementara MikroTik ngarepin semuanya tagged, satu VLAN bakal ngilang diam-diam sementara yang lain jalan normal. Gejalanya khas: sebagian pelanggan jalan, sebagian nggak, padahal konfigurasinya kelihatan sama.
Cara ngecek paling cepat, torch di MikroTik:
/tool torch interface=vlan-pppoeAda paket lewat berarti sampai. Kosong melompong berarti macet sebelum MikroTik.
Lapis 4: sisi PPPoE-nya
Kalau paket udah nyampe MikroTik tapi tetap nggak dapat IP:
/interface pppoe-server server printPastiin PPPoE server-nya emang nempel di interface VLAN tadi, bukan di ether fisiknya. Ini kesalahan yang paling sering: server-nya dipasang di ether1-olt, padahal paket pelanggan datang dalam keadaan tagged di vlan-pppoe.
Habis itu cek pool-nya:
/ip pool printPool yang abis bikin gejala yang persis sama kayak salah VLAN — dial muter terus tanpa pesan yang jelas. Bedanya, kalau pool abis, log-nya ngasih tahu:
/log print where topics~"pppoe"ONU-nya mode bridge apa router
Satu hal lagi yang bikin bingung: kalau ONU-nya diset mode router dan dia sendiri yang dial PPPoE, maka router pelanggan di belakangnya nggak akan pernah dapat IP publik — dia dapat IP lokal dari ONU.
Buat RT/RW Net, hampir selalu yang benar adalah ONU mode bridge, dan yang dial adalah router pelanggan atau MikroTik Anda. Kalau ONU-nya router dan pelanggan juga dial, yang terjadi double NAT dan keluhan berikutnya bakal soal port forwarding yang nggak jalan.
Ringkasnya
Urutannya: ONU kedaftar → service-port ada → VLAN nyampe MikroTik → PPPoE server nempel di VLAN yang bener → pool masih ada isinya.
Empat dari lima masalah yang saya temui berhenti di lapis 2 atau lapis 3.