Lompat ke konten utama

Redaman ONU Tinggi, Internet Pelanggan Putus Nyambung? Baca Dulu Angka dBm-nya

Angka -27 dBm sama -9 dBm dua-duanya bikin masalah, tapi penyebabnya beda jauh. Cara baca angkanya sebelum bongkar jalur.

Pelanggan telepon: internetnya putus-nyambung, kadang lancar kadang mati total. Biasanya sore atau pas hujan.

Sebelum naik tangga dan bongkar jalur, baca dulu angka redamannya. Sepuluh detik, dan seringnya langsung ketahuan ini masalah jalur atau bukan.

Ambil angkanya dari mana

Dari sisi OLT paling gampang, karena nggak perlu ke rumah pelanggan.

ZTE:

show pon power attenuation gpon-onu_1/1/1:5

Huawei:

display ont optical-info 0 1 5

Sintaksnya beda-beda tergantung merek sama versi firmware, jadi jangan kaget kalau punya Anda nggak persis sama. Yang dicari tetap sama: Rx power di sisi ONU.

Kalau nggak ada akses OLT, buka web ONU-nya. Hampir semua ONU nampilin angka ini di halaman status atau di menu PON.

Angkanya artinya apa

Rx ONUArtinya
-8 s/d -24 dBmSehat. Jangan diutak-atik
-25 s/d -27 dBmMepet. Masih jalan, tapi hujan sedikit langsung drop
di bawah -28 dBmLewat batas. ONU B+ udah nggak sanggup baca
di atas -8 dBmKekuatan berlebih. Ini juga rusak

Yang terakhir itu sering bikin bingung orang. Cahayanya kegedean juga bermasalah, bukan cuma kekecilan.

Penerima ONU punya batas atas. Kalau ONU dipasang terlalu dekat OLT tanpa splitter yang cukup — misal ONU nempel di ODP yang cuma lewat 1:4 sementara jaraknya 200 meter — sinyalnya nyilaukan penerima. Gejalanya mirip redaman tinggi: paket hilang, sesekali putus. Obatnya justru ditambah redaman pakai attenuator 5 atau 10 dB.

Nilai yang wajar buat jalur RT/RW Net

Kalau pakai splitter 1:8 di ODP dan jarak dari OLT nggak sampai 5 km, angka wajar Anda ada di kisaran -19 sampai -23 dBm.

Dapat -26 dBm di konfigurasi segitu artinya ada yang nggak beres — bukan karena jaraknya, tapi karena ada rugi tambahan yang nggak seharusnya ada.

Mempersempit letaknya tanpa bongkar

Ini bagian yang sering dilewat dan bikin kerjaan jadi seharian.

Bandingkan dengan tetangga satu splitter. Ambil dua atau tiga ONU lain yang nyantol di ODP yang sama.

  • Semua jelek → masalahnya di feeder, sebelum splitter. Bisa kabel utama kejepit, konektor di ODC kotor, atau splitter-nya sendiri rusak.
  • Cuma satu yang jelek → masalahnya di dropcore pelanggan itu doang. Nggak usah sentuh ODP.

Pembagian ini yang paling banyak menghemat waktu. Kebanyakan orang langsung bongkar ODP padahal yang rusak satu dropcore.

Kalau cuma satu pelanggan, urutan yang paling sering ketemu:

  1. Konektor di ONU kotor atau nggak masuk penuh. Cabut, lap ujung ferrule-nya pakai tisu lensa atau alkohol, pasang lagi. Ini penyebab paling sering, dan paling sering dilewat karena kelihatannya sepele.
  2. Dropcore ketekuk. Fiber nggak suka tekukan tajam — lekukan seukuran gelas aja udah nambah rugi. Cek di titik masuk rumah dan di belakang ONU, dua tempat itu langganan.
  3. Konektor di ODP longgar atau kena air. Kalau tutup ODP-nya retak, ini kandidat kuat.
  4. Sambungan splicing yang jelek. Kelihatan pas ditembak OTDR, nggak kelihatan dari mana-mana.

Kenapa gejalanya muncul pas hujan

Karena redamannya udah mepet dari awal.

Air yang masuk ke ODP atau ke sambungan nambah rugi beberapa dB. Kalau angka Anda -20 dBm, tambahan 3 dB nggak kerasa. Kalau angka Anda udah -26 dBm, tambahan 3 dB langsung ngelewatin batas dan ONU mati.

Jadi "cuma bermasalah pas hujan" itu bukan masalah cuaca. Itu masalah margin yang terlalu tipis, dan hujan cuma yang nyingkapin.

Sekalian hitung ulang jalurnya

Kalau ternyata angkanya emang mepet dari sononya, berarti rancangan jalurnya yang perlu dilihat lagi — bukan kabelnya yang rusak.

Kalkulator Link Budget Fiber & Split Ratio ngitung total rugi satu jalur dari OLT sampai ONU: splitter, panjang serat, jumlah konektor, jumlah sambungan. Ketahuan sisa marginnya berapa, dan splitter mana yang sebenarnya kekencangan buat jarak segitu.

Baca juga

Semua artikel