Lompat ke konten utama

Simple Queue atau Queue Tree? Ini Bedanya dan Kapan Dipakai

Bukan pilihan salah satu. Dua-duanya jawab pertanyaan yang beda, dan banyak jaringan pakai dua-duanya sekaligus.

Pertanyaan ini sering diajuin seolah harus milih salah satu. Padahal dua-duanya jawab pertanyaan yang beda.

Bedanya dalam satu kalimat

Simple Queue batesin siapa. Queue Tree batesin apa.

Simple Queue cocok buat "pelanggan A dapat 10 Mbps, pelanggan B dapat 20 Mbps". Queue Tree cocok buat "video dapat jatah segini, game dapat jatah segitu, sisanya buat browsing".

Simple Queue: gampang dan cukup buat kebanyakan

Nggak butuh mangle. Tinggal isi alamat target sama batas kecepatannya:

/queue simple
add name=pelanggan-01 target=192.168.88.10/32 max-limit=10M/10M

Karena nggak butuh mangle, dia relatif aman dari masalah FastTrack yang bikin Queue Tree mati.

Urutannya penting. Simple Queue diproses dari atas ke bawah, dan yang pertama cocok yang dipakai. Jadi rule umum jangan ditaruh di atas rule khusus.

Generator Simple Queue nyusunnya sekalian buat banyak pelanggan.

Queue Tree: lebih ribet, tapi bisa yang Simple Queue nggak bisa

Queue Tree wajib pakai packet mark dari mangle. Itu tambahan kerjaan, tapi imbalannya dia bisa misahin jenis traffic.

Yang bikin dia perlu biasanya satu hal: suara sama video conference harus didahuluin. Simple Queue nggak bisa bedain paket VoIP dari paket download, buat dia semuanya cuma traffic dari alamat yang sama.

Queue Tree juga yang dipakai kalau mau nerapin PCQ, biar tiap pengguna otomatis dapat jatah adil tanpa perlu bikin rule satu-satu.

Generator Queue Tree & PCQ nyusun mangle sama queue-nya sekaligus.

Kapan pakai dua-duanya

Ini yang lazim di RT/RW Net yang udah agak besar:

Simple Queue buat batas maksimum per pelanggan, biar nggak ada yang narik lebih dari paketnya.

Queue Tree buat prioritas jenis traffic di dalam jatah itu, biar VoIP sama meeting nggak kalah sama download.

Dua-duanya jalan bareng tanpa tabrakan, asal Queue Tree-nya parent-nya global dan Simple Queue-nya batasi per target.

Jebakan yang berlaku buat dua-duanya

FastTrack ngelewatin mangle. Queue Tree langsung mati total. Simple Queue masih jalan buat batas kecepatan, tapi kalau dia ngandelin packet mark, ikut mati juga.

/ip firewall filter print where action=fasttrack-connection

Detailnya di Queue MikroTik sudah dipasang tapi tidak ada pengaruhnya.

Batesin di arah yang salah. max-limit=10M/10M itu upload/download dari sudut pandang router, bukan dari sudut pandang pelanggan. Salah baca ini bikin download pelanggan kecekik padahal yang mau dibatesin upload.

Kalau bingung mulai dari mana

Mulai dari Simple Queue. Buat sebagian besar jaringan, itu udah cukup, dan jauh lebih gampang ditelusuri kalau bermasalah.

Pindah ke Queue Tree kalau ada keluhan yang khas: "internetnya lancar tapi teleponnya patah-patah". Itu tanda yang dibutuhin prioritas, bukan batas.

Baca juga

Semua artikel